Colekannya ke Anies Dianggap Beraroma Pilpres, Ganjar: Kejauhan!

Momen 'colekan' Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disebut sarat aroma Pilpres 2024. Ganjar pun menanggapi analisa tersebut kejauhan karena hal itu hanya dialog spontan saat Ganjar menjawab pertanyaan warga.

"Enggak ada (soal Pilpres), kejauhan," kata Ganjar di kantornya usai pertemuan dengan Dubes Ceko, Senin (19/4/2021).

Ia menjelaskan momen Ganjar mencolek Anies merupakan dialog ketika menjawab pertanyaan soal diskotek yang buka namun mudik dilarang.

"Itu ada yang nanya, 'Pak Ganjar mudik nggak boleh kok diskotek buka'. Lho diskotek buka di mana? Yang di Semarang yang dilaporkan ke saya, kemudian saya laporkan Pak Hendi (Walikota Semarang). Terus kemudian tim satpol PP kita turun, ditutup. 'Oh nggak di sini Pak, di Jakarta'. Kalau di Jakarta ya, Fadjroel ngomong, lapor ke Gubernur DKI, gitu aja," jelasnya.

Terkait hubungannya dengan Anies Baswedan, ia menegaskan baik-baik saja dan saling komunikasi. Ia memberi contoh saat suatu ketika Anies datang ke Cilacap, Ganjar juga menerima chating WhatsApp darinya.

"Analisisnya kejauhan lah (soal pilpres). Mas Anies datang ke Cilacap WA saya baik-baik. Kita hubungan baik-baik. Analisisnya kejauhan. Wong itu obrolan spontan dalam live IG saja," tandasnya.

Untuk diketahui, colekan itu bermula dari tanya-jawab dengan warga bernama Tika di IG Staf khusus/Jubir Presiden, Fadjroel Rachman. Siaran langsung di medsos itu dilakukan bersama Ganjar Pranowo. Tika, dalam live IG itu, bertanya langsung. Dia membandingkan diskotek yang boleh buka, padahal ada larangan mudik.

Seperti yang diungkap Ganjar, Tika menyebut diskotek itu ada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kemudian Fadjroel meluruskan kalau hal itu menjadi kewenangan Gubernur DKI Jakarta.

"Nanti teman saya, namanya Pak Anies, nanti tak suruh biar beresin," balas Ganjar saat itu.

Ganjar kemudian mencontohkan tempat diskotek yang melanggar aturan dan langsung ditutup. Di akhir jawabannya, Ganjar membuat guyon perlu-tidaknya tim Pemprov Jawa Tengah ke Jakarta buat menutup kegiatan hiburan malam.

"Jadi yang seperti itu gini, dilaporin aja, ini kejadian, contoh Mbak sudah di Semarang kan sekarang. Diskotek joget-joget itu yang di dalam tahu lo ngrekam, ngrekam terus kemudian nggak pakai masker, jingkrak-jingkrak gitu. Langsung dikirim ke saya ada di DM, ke IG saya, ke Facebook saya. Langsung saya bilang, Satpol PP datengin hari ini, tutup besok pagi. Langsung saya tutup, nggak ada peduli. Jadi gitu, kasih aja ke saya, atau gini... saya kirim tim dari Jawa Tengah untuk tutup yang di Jakarta, eh nggak boleh ya," ujar Ganjar Pranowo seraya tertawa.

Terkait colekan itu, Golkar DKI merasakan persaingan antara calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 dalam momen colekan Ganjar itu.

"Ini sih persaingan capres 2024 kayanya. Saya juga kaget dengarnya. Tidak mungkin Pak Anies buka diskotek, apa lagi Bulan Ramadhan begini," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco saat kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

"Saya melihatnya lebih pada candaan menjelang capres 2024, he-he-he, tapi masih lama lah. Terlalu pagi," jelasnya.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menganggap wajar jika ada yang mengartikan hal itu sebagai manuver calon presiden karena keduanya sama sama masuk dalam bursa capres 2024.

"Karena mereka berdua calon presiden maka tindak tanduknya itu wajar kalau kemudian kita mengarah atau mengartikannya sebagai manuver calon Presiden," kata Hendri Satrio kepada wartawan, Minggu (18/4). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan