Hadiri Acara Kontrak MRT Fase II, Anies Berterima Kasih ke Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara penandatanganan kontrak pembangunan MRT fase II di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Dalam kesempatan ini, Anies menyinggung peran Jokowi membangun MRT di Ibu Kota.

Anies awalnya mengungkapkan betapa pentingnya fasilitas MRT segera dibangun di kawasan Kota Tua. Menurutnya, semua ini dilakukan demi menghidupkan kembali kawasan bersejarah ini.

"Pesan yang ingin saya sampaikan kita berada di sebuah tempat yang dulu menjadi pusat pemerintahan kolonial belanda. Daerah di sini mengalami penurunan permukaan tanah lalu pemerintah kolonial memutuskan untuk pindah ke kawasan selatan," kata Anies dalam Acara Seremonial Penandatanganan Contract Package 203 antara PT MRT Jakarta yang disiarkan langsung akun instagram @mrtjakarta, Selasa (20/4/2020).

"Dibangunnya jalur MRT sampai tempat ini agar menghidupkan kembali tempat ini. Dan kami di Pemprov DKI Jakarta merencanakan untuk membangun seluruh kawasan ini sebagai satu kesatuan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, unsur pemerintah pusat, unsur badan usaha milik daerah, unsur badan usaha milik pemerintah pusat, unsur swasta, semua di dalam satu ikhtiar konsorsium untuk membangun kawasan Kota Tua sehingga kawasan ini menjadi bagian dari masa depan Jakarta," imbuh Anies.

Anies lalu mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Jokowi khususnya dalam pembangunaan infrastruktur transportasi umum di Ibu Kota. Bahkan, sebutnya, groundbreaking MRT mulai dilakukan semasa Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Pertama izinkan saya sampaikan apresiasi kepada bapak Presiden Joko Widodo yang sudah dan terus memberikan dukungan kepada semua program-program pembangunan infrastruktur transportasi umum di Jakarta. Mulai ketika beliau menjadi Gubernur Jakarta, ground breaking MRT sampai dengan pembangunan sistem Jak Lingko sekarang. Dukungan dari pemerintah pusat melalui arahan dari bapak presiden telah membantu begitu banyak program yang kita lakukan di Jakarta bisa dituntaskan dengan baik. Karena itu izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi," ungkapnya.

Anies menjelaskan ini merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta fase II yang terbagi menjadi fase 2A dan fase 2B. Mantan Mendikbud itu meyakini melalui pembangunan transportasi terintegrasi ini, pihaknya bisa menekan ongkos transportasi warga Ibu Kota hingga 10%.

"Saya meyakini kita bisa menekan pengeluaran transportasi hingga 10%. Dan manfaat dari integrasi transportasi umum tidak hanya bagi unsur pemerintahan semata, tetapi akan berdampak pada perekonomian warga di kota ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar menyampaikan paket CP203 ini dikerjakan oleh kontraktor terpilih PT Sumitomo Mitsui Construction Company dan Hutama Karya JO. Kontrak ini akan mengerjakan dua stasiun yakni Glodok dan Kota sepanjang 400 M beserta terowongan bawah tanah dari Mangga Besar hingga Kota sepanjang 1,4 km.

"Ini adalah bagian dari pembangunan MRT fase II sepanjang 12,3 km yang terbagi 2 fase yakni Fase 2A Dari Bundaran HI ke Kota sepanjang 6,3 km lalu Fase 2B dari titik ini (Kota) ke Ancol Barat sepanjang 6 km," ujar William.

Lebih lanjut, William menjabarkan teknis pembangunan stasiun MRT di kawasan Kota Tua. Nantinya, pintu masuk akan dibangun di Stasiun Jakarta Kota yang terhubung langsung dengan underpass.

"Stasiun Kota dan Stasiun Glodok akan terhubung langsung dengan Halte Trans-Jakarta sehingga akan terjadi integrasi yang baik antara MRT, KCI, dan Trans-Jakarta yang baik di Kota. Rencana pembangunan MRT di Kota telah diintegrasikan dengan rencana revitalisasi kawasan Kota Tua. Jl Pintu Besar Selatan akan dioperasikan hanya untuk pedestrian dan jalur Trans-Jakarta sehingga akan menjadi bagian dari low emission zone Kota Tua," ujarnya.

"Stasiun kota akan khusus kita bangun bertingkat 3 dengan kedalaman 30 meter. Pintu masuknya akan dibuat terbenam (Sunken entrance) karena untuk membuat view dari seluruh situs cagar budaya yang ada di kota tua ini menjadi kelihatan. Kemudian kami akan membangun pedestrian di sepanjang jalan pintu besar. Kemudian pada di kawasan ini akan dipasang sensor khusus pada bangunan-bangunan cagar budaya dikarenakan lokasi pembangunan CP 203 berdekatan dengan bangunan cagar budaya. Pemasangan sensor dilakukan bertujuan untuk memantau bangunan cagar budaya selama masa konstruksi dan mencegah kerusakan akibat konstruksi," sambungnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan