Lagi, Gempa M 5,4 Guncang Selatan Bali - Nusa Tenggara Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara. Kali ini kekuatan magnitudo gempa terdeteksi M 5,4.

Ini menjadi guncangan kedua setelah kejadian gempa kemarin sore, dengan magnitudo M 5,5 berpusat di laut pada jarak 216 kilometer arah Selatan Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 44 kilometer dan episenter gempa bumi yang terletak pada koordinat 10,69 LS dan 116,94 BT.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, untuk gempa yang terjadi pagi ini terjadi pada pukul 10.42 WIB, Jumat (16/4/2021).

Diketahui bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 10,51 LS dan 116,96 BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 195 km arah Tenggara Kabupaten Sumbawa Barat, NTB pada kedalaman 21 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia," kata Bambang.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. 

Kendati lokasi gempa bumi ini berada di laut, hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Akan tetapi, dampak getaran dari guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sumbawa dengan skala intensitas III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Sedangkan, getaran dengan skala intensitas II MMI dirasakan oleh masyarakat di daerah Mataram dan Denpasar.

Getaran ini dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 11.05 WIB, Jumat (16/4/2021), belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Bambang.

Masyarakat juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak, yang diakibatkan oleh gempa.

Upayakan untuk selalu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal Anda tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah.[kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan