PPP Bicara 3 Calon Terkuat Menteri Investasi Jokowi

Sejumlah nama mencuat sebagai calon kuat Menteri Investasi terkait isu reshuffle kabinet terkini. PPP mengungkap kemampuan sederet nama calon kuat menteri investasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga nama calon kuat Menteri Investasi yakni Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, anggota DPR RI Fraksi NasDem Rapsel Ali, dan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Witjaksono. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebut tiga nama kuat itu memiliki sejumlah kemampuan di bidang investasi.

"Ketiga nama tersebut memiliki kemampuan untuk ngurusi investasi. Bergantung dari Pak Jokowi merasa cocok dibantu siapa," kata Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Menurut Awiek, Bahlil mumpuni dalam membuka terobosan di bidang investasi saat memimpin BKPM. Sementara Rapsel Ali disebutnya banyak menggaet pengusaha karena memimpin tim MotoGP.

"Pak Bahlil sejauh ini memimpin BKPM juga telah membuat terobosan dan harapan-harapan dalam investasi. Pak Rapsel sebagai anggota Komisi VI yang juga bermitra dengan BKPM juga bagus dalam membicarakan investasi termasuk saat ini beliau memimpin tim MotoGP juga bagus khususnya bisa menggaet banyak pengusaha untuk berpartisipasi," ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

Nama calon kuat Menteri Investasi terbaru yakni Witjaksono dari tokoh muda NU. Nama Witjaksono sempat disebut Ustaz Yusuf Mansur--yang notabene pendukung Jokowi--sebagai calon menteri investasi. Namun, Yusuf Mansur kini menyebut Bahlil sebagai calon menteri investasi dan Witjaksono di sektor UKM.

Menurut Awiek, Witjaksono banyak berkecimpung di sektor keluatan di mana sumber daya ini melimpah di Tanah Air.

"Ada pun Witjaksono merupakan ekonom dari kalangan Nahdliyin yang fokus pada persoalan nelayan yang mana Indonesia ini mayoritas terdiri dari laut dan sumber daya kelautan kita sangat melimpah," ucapnya.

Awiek mengaku hingga kini masih menerima informasi yang sama perihal tiga nama itu calon kuat menteri investasi. Ketiganya, kata Awiek, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Ketiganya poinnya sama. Ada kelebihan dan kekurangan," imbuhnya.

Pos Kementerian Investasi sebelumnya disebut-sebut jadi pos panas dalam isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju jilid II. Informasi yang dihimpun, ada lebih dari satu calon Menteri Investasi.

Persetujuan pembentukan Kementerian Investasi diambil dalam rapat paripurna DPR RI, Jumat (9/4/2021) pagi. Jokowi sebelumnya telah bersurat kepada DPR terkait pembentukan Kementerian Investasi.

Alhasil, Jokowi harus menunjuk seseorang menjabat Menteri Investasi. Ada kabar Badan Koordinasi Penanaman Modal yang dipimpin Bahlil Lahadalia akan di-upgrade jadi Kementerian Investasi.

"Bisa jadi karena Bapak Presiden Jokowi melihat bahwa dengan selesainya UU Ciptaker untuk mendorong masuk investor asing lewat FDI maupun investasi dalam negeri, maka perlu BKPM dinaikkan statusnya sebagai kementerian, bukan lagi sebagai badan, walaupun selama ini BKPM sebagai badan setingkat menteri," ujar anggota Komisi XI DPR Misbakhun. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan