Ajak Pemudik Terobos Penyekatan, Eks Wakil Ketua FPI Aceh Ditangkap

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap mantan Wakil Ketua FPI Aceh, Wahidin. Dia diduga menyebarkan konten provokatif terhadap kebijakan pemerintah melarang mudik.

Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik yang beredar di media sosial, Wahidin, yang berada di dalam mobil bersama dua anak, juga mencaci pemerintah.

"Kepada saudara-saudara semua di mana pun antum berada, terus mudik! Harus bersama-sama ramaikan tempat penyekatan, lawan, terobos mereka ... Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis, mereka bekerja untuk komunis! Jaga persatuan! Lawan rezim yang zalim ini! " katanya dalam video itu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, polisi mengamankan Wahidin di Desa Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar pada Minggu (9/5) malam.

"Setelah kami telusuri, ternyata pria bersorban tersebut adalah WHD dan langsung kami diamankan kemarin," kata Winardy saat dikonfirmasi, Senin (10/5)

Dia mengatakan, video itu sebenarnya sudah diunggah satu akun Facebook Zakarya Alhanafi pada 8 Mei 2021. "Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan terhadap pemilik konten video pada akun media sosial Instagram @cetul.22. Namun pada 8 Mei video bermuatan ujaran kebencian dan/ atau SARA terhadap aturan pemerintah itu sudah diposting di facebook," katanya.

Saat ini, Wahidin sudah ditahan. Barang bukti juga sudah diamankan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kasus ini.

"Kepada terduga pelaku akan disangkakan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45a Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," pungkas Winardy. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan