Canggih! RI Punya Tank Boat Antasena, Ini Spesifikasinya

Produksi kapal Tank Boat Antasena memasuki tahap pengujian senjata dan jelajah laut. Pengujian produk PT Len Industri (Persero) ini dilakukan dari dermaga Banyuwangi ke perairan Paiton dengan total jarak tempuh 170 Nautical mile.

Kapal itu pun kabarnya sudah diincar untuk dibeli banyak negara. Karena itu, serangkaian pengujian dilakukan untuk melihat kemampuan dan kelayakannya.

Tank Boat Antasena merupakan kegiatan tahun jamak konsorsium industri pertahanan yakni PT Pindad (Persero), Len Industri, PT Lundin Industry Invest. Sementara PT Hariff DTE dan PT Pindad (Persero) sebagai lead integrator. Tank boat ini merupakan bagian dari program pemenuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kementerian Pertahanan untuk digunakan TNI AL.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio Len Industri, Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan, Tank Boat Antasena dilengkapi radio LenHDR100-V dan LenMDR50-V serta Intercom LenCavysys asli buatan Len Industri.

Pengujian komunikasi radio digunakan pada jarak kira-kira 70 Km dari tank boat ke Pos Penembakan di Gunnary Firing Range (GFR), Paiton. LenCavysys digunakan untuk komunikasi internal awak kapal dan penumpang tank boat.

LenHDR100-V adalah jenis radio HF untuk sarana komunikasi voice jarak jauh dengan kendaraan tempur lain. Sedangkan LenMDR50-V adalah radio V/UHF untuk komunikasi data taktis dengan kendaraan tempur lain.

Radio tersebut memiliki keamanan voice dan komunikasi data karena dilengkapi fitur keamanan anti jamming dan anti intersep berupa pengamanan enkripsi dan frekuensi hopping.

Pengujian Antasena antara lain berupa uji internal tank boat dan kesisteman di dalamnya di galangan (dock trial), pengujian dalam keadaan tank boat statis atau bersandar di dermaga (HAT - Harbor Acceptance Test), serta pengujian keadaan tank boat berlayar di laut (SAT - Sea Acceptance Test).

Uji coba Tank Boat Antasena Sabtu lalu disaksikan langsung Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirtekindhan Ditjen Pothan, Laksma TNI Sri Yanto, Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose dan Direktur Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero), Linus Andor Mulana Sijabat.

Sangat Ideal dengan Geografis Indonesia

Tank kapal Antasena diklaim menjadi yang pertama di dunia, karena Antasena lebih difungsikan untuk operasi di rawa, laut, sungai, pantai (Ralasuntai) serta tugas penjagaan laut dan pantai (Sea and Coast Guard) untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan wilayah perairan NKRI.

Antasena memiliki panjang 18 m dan dapat beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Fungsi ini dinilai sangat cocok dengan geografis Indonesia yang didominasi perairan.

Antasena juga dilengkapi dengan senjata utama RCWS kanon kaliber 30 mm dan 2 senapan mesin 12,7 mm. Keunggulan lainnya dapat mengangkut 60 orang personil dan 5 orang kru, memiliki kecepatan maksimum 40 knot serta daya jelajah hingga 600 Nm.

Tank boat Antasena terbuat dari komposit dengan platform kapal katamaran (double hull), atau dua badan kembar yang sejajar. Dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat berkecepatan maksimum 40 knots ini juga diklaim yang tercepat.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan