Jawab Sindiran Puan Maharani, Gibran Nilai Main Medsos juga Penting

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani menyinggung pemimpin yang mestinya bekerja di lapangan dan bukan hanya tampak di media sosial.

Namun, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tak setuju dengan hal itu. Dia mengatakan, antara kerja lapangan dan media sosial perlu berjalan beriringan.

"Ya di lapangan penting, sosmed ya penting. Dua- duanya harus seimbang," ujar Gibran, Sabtu (29/5).

Putra Presiden Joko Widodo itu mengimbau, agar masyarakat tidak menggunakan media sosial untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Tapi sebaliknya, untuk hal yang positif.

"Nanggepin haters itu kan tidak produktif. Kita pakai sosmed itu untuk kembali lagi ke pelayanan publik. Menanggapi keluhan dan masukan, itu lho," kata Gibran.

"Makanya sosmed itu penting, untuk kegiatan yang produktif. Nek sing ra cetho ra cetho yo nggak usah ditanggepin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan, dalam menampung keluhan warga, selama ini pihaknya memang membuka layanan melalui sosial media. Admin sosmed yang nanti menampung keluhan warga dan akan meneruskannya ke dinas terkait.

"Tim admin kalau buka sosial media itu pasti yang diutamakan keluhan warga. Banjir, drainase mampet, aspal berlubang, itu yang penting. Kalau haters, haters atau pesan-pesan yang bernada negatif enggak kita tanggapi lah," terangnya.

Gibran tak menampik jika dirinya terkadang menanggapi komentar warganet di sejumlah akun instagram. Hal tersebut ia lakukan untuk menanyakan keluhan dari warganet tersebut.

"Yo rapopo to mas. Kan keluhannya apa kan harus ditanyakan. Pokoknya kita terbuka saja. Pokoknya sosmed jangan ditinggal lah. Wong sekarang anak-anak muda pingin menyuarakan keluhan dan masukannya. Ya harus kita tampung semua," pungkasnya.

Sindiran Puan

Sebelumnya, Puan menyindir sosok yang pemimpin yang terkenal di media sosial.

"Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," kata Puan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/5).

Kendati, Puan sepakat bahwa media sosial dan media massa juga diperlukan sebagai sarana komunikasi. Tapi, kerja di lapangan lebih penting. Puan tak menyebut sindiran tersebut ditujukan kepada siapa.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan