Moeldoko Ungkap Apa yang Dipikirkan Jokowi soal Indonesia Maju

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berbicara konsep Indonesia Maju yang digagas pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Moeldoko menjelaskan setidaknya 6 hal yang menjadi pokok pikiran dalam konsep Indonesia Maju, salah satunya kemajuan dunia pendidikan.

"Apa sih yang dipikirkan oleh Pak Jokowi tentang Indonesia Maju. Indonesia tidak ada satu warga negara pun yang tertinggal dalam meraih cita-cita. Untuk itulah Pak Jokowi memberikan dukungan yang luar biasa, pemerintah sekarang ini kepada, satu, dunia pendidikan," kata Meoldoko dalam acara halalbihalal yang digelar Moeldoko Center secara virtual, Senin (17/5/2021).

"Mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi. Pemerintah telah memberikan bantuan. Agar apa, agar anak-anak kita yang punya semangat dan cita-cita yang bagus, masa depannya adalah masa depan Indonesia," imbuhnya.

Moeldoko menyebut Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus kepada anak-anak Indonesia yang memiliki persoalan stunting atau kekurangan gizi. Menurutnya, pemerintah sedang berupaya menurunkan tingkat stunting.

"Kedua adalah Presiden Jokowi memberikan perhatian yang sungguh-sungguh bagaimana nasib masyarakat kita yang tertinggal. Kita masih memiliki persoalan stunting, stunting adalah sebuah kondisi yang dialami oleh anak-anak kita karena kekurangan gizi, yang kurang bagus lingkungan kehidupan mereka, yang kurang memenuhi persyaratan. Pemerintah sangat concern untuk menurunkan tingkat stunting," katanya.

Selanjutnya adalah perihal kesehatan. Moeldoko menyebut pemerintah sedang memaksimalkan program pengembangan puskesmas di daerah-daerah seluruh Indonesia.

"Berikutnya, pemerintah juga sangat concern bagaimana sampai urusan jamban, urusan apa itu, jamban yang ada di daerah-daerah, puskesmas di desa-desa, semuanya dibenahi dengan baik, agar apa? Agar dari sisi kesehatan tidak ada rakyat kita yang terhambat cita-citanya karena persoalan kesehatan," ujarnya.

Keempat, pemerintah menginginkan seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati hasil-hasil demokrasi. Kelima adalah perihal penegakan hukum yang harus adil. Tidak boleh ada istilah 'hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas'.

"Berikutnya, yang kelima adalah Indonesia sebagai negara hukum yang satu warga negaranya pun tidak boleh diperlakukan tidak adil, itu. Jadi selalu kita sampaikan, pemerintah sangat concern dengan persoalan-persoalan ini. Tidak ada istilah hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas. Pak Jokowi sangat clear dalam persoalan ini, penegakan hukum harus sungguh-sungguh menjadi panglima di negara ini," ujar Moeldoko.

Dalam konsep Indonesia Maju, pemerintah juga menitikberatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Moeldoko menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang selalu tertinggal dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Berikutnya adalah Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Itu yang diinginkan. Jangan kita menjadi bangsa yang selalu tertinggal. Berbagai upaya agar Indonesia nantinya bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Moeldoko.

Pemerintah juga ingin masyarakat Indonesia selalu bisa bertahan hidup dalam kondisi apapun, termasuk seperti sekarang yang masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Moeldoko juga mengingatkan Indonesia juga masih menghadapi berbagai persoalan ideologi hingga radikalisme.

"Untuk itu saya kira teman-teman semuanya adalah, Moeldoko Center ini adalah betul-betul memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah. Bahkan bisa menjadi institusi penjembatan yang bisa mendengarkan suara rakyat dengan baik, dan kita bisa membuka akses kepada semua stakeholders agar semua persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat kita bisa tersampaikan dan ada solusiya," ujar Moeldoko.

Terakhir, Moeldoko mengaku ingin membawa Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi institusi yang responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Caranya dengan mengusung konsep 'KSP Mendengar'.

"Saya membawa KSP menjadi institusi yang sensitif, institusi yang responsif atas berbagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan konsep kami, KSP Mendengar, maka kami sungguh-sungguh ingin mendapatkan berbagai masukan dari masyarakat, berbagai persoalan, agar mendapatkan solusi. Untuk itu doktrin kami di KSP adalah rumah terakhir, pengaduan bagi masyarakat," kata Moeldoko. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan