Pemilih PDIP Lebih Suka Ganjar Ketimbang Puan Meskipun Sama-sama Populer

Hasil survei lembaga riset Parameter Politik Indonesia (PPI)pada Februari 2021 mencatat popularitas antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo setara di kalangan pemilih PDIP.

"Makanya saya yang beberapa kali diskusi ngeluarin data, misalnya data Februari lalu, saya kebetulan survei, terpilih secara terbuka Ganjar dengan Puan popularitasnya hampir sama. Di kisaran 60-62%, itu popularitas," kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam webinar yang bertajuk "Puan Iri Hati atau Ganjar Tak Tahu Diri" di kanal Youtube salah satu media daring, Minggu (30/5/2021).

Namun, Adi mengakui bahwa memang ada disparitas yang cukup jauh pada elektabilitas Puan dan Ganjar, di mana Ganjar lebih unggul dari pada Puan. Tetapi, elektabilitas Ganjar hanya unggul di 3 wilayah saja yakni, mayoritas pemilih PDIP di Jateng, sedikit pemilih di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barta (Jabar).

"Selebihnya (daerah lain) tidak. Ini yang kemudian yang agak lucu dan perlu menjadi bahan evaluasi PDIP terutama Puan yang mewarisi trah ideologi politik Soekarno," ujarnya.

Menurut dosen UIN Jakarta ini, ada alasan khusus kenapa Ganjar lebih disukai pemilih PDIP. Ganjar dinilai lebih merepresentasikan wong cilik dan juga rendah hati. Persepsi ini dilihat dari media sosial (medsos) Ganjar. Sementara Puan, elektabilitasnya tergerus sejumlah isu sensitif yang merugikan dirinya.

"Puan sedikit-sedikit mengkritik Sumatera Barat, tentang NKRI, kemudian matiin mic ketika ada orang interupsi, itu yang mengemuka, bukan apa yang dilakukan misalnya saat jadi pimpinan DPR," ungkap Adi.

Oleh karena itu, Adi menambahkan bahwa Puan perlu pencitraan, karena politik saat ini memang butuh pencitraan. Jokowi pun menjadi presiden tidak terlepas dari pencitraan dan itu suatu hal yang tidak bisa dilepaskan. Tapi, dia mengingatkan bahwa pencitraan tetap 'kaki harus menyentuh ke tanah' (tetap turun ke masyarakat).

"Itu substansinya, di mana PDIP selalu merepresentasikan wong cilik. Ini titik balik yang feed back-nya cukup penting bagi PDIP. Tapi selama hanya Ganjar yang di-sliding, disebut sebagai politisi air mancur, selama itu juga ini akan dikaitkan dengan pencapresan 2024," pungkasnya.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan