Sidak Kelurahan di Medan, Bobby Bongkar Pungli Oknum Kepala Lingkungan

Wali Kota Medan Bobby Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas. Bobby pun menemukan salah satu oknum kepala lingkungan (kepling) di kelurahan tersebut diduga melakukan pungutan liar (pungli) ke warga.

Bobby lalu berbicara dengan para korban. Bobby pun mendengar ada warga harus membayar hingga jutaan rupiah untuk pembuatan dokumen surat menyurat. Setelah memberikan sejumlah uang, surat yang diurus pun tak kunjung selesai hingga ada yang sampai 1 tahun. Di lokasi tersebut pun, hadir Camat Medan Amplas Edi Mulia Matondang.

"Ini kita bilang penyakit yang memang harus kita sembuhkan, penyakit selain COVID yang sudah lama, yang kita terus coba, kita terus kolaborasi. Bahkan tadi siang saya sudah koordinasi dengan saber pungli," kata Bobby Nasution usai sidak, Selasa (18/5/2021).

Bobby mengatakan dirinya mendapat aduan dari masyarakat soal pungli terkait pembuatan dokumen surat menyurat. Bobby mengaku masyarakat diminta sampai ratusan ribu untuk kepengurusan tersebut.

"Nah di sini masih kita temukan beberapa masyarakat mengadu ngurus KK, akta kelahiran sampai setahun, bayar pula. Ngurus surat pindah saja ada sampai Rp 500 ribu, padahal itu tidak ada sama sekali diminta pungutan biayanya. Tadi saya sampaikan juga kayak ngurus akta kelahiran free kecuali itu di atas 60 hari, di atas itu ada denda biar kita menstimulus masyarakat agar mengurus akta kelahirannya," ujar Bobby.

Bobby mengaku bingung dengan ulah kepling tersebut. Bobby menghitung sudah jutaan rupiah yang diambil keuntungan oleh oknum kepling, tapi surat masyarakat tak kunjung selesai.

"Kepala lingkungan ini kasusnya banyak sekali di Lingkungan XVII, Kelurahan Harjosari II, ini. Semuanya ada 3 yang di sini melapor kepada saya. Sudah sampai di atas Rp 2,5 juta itu yang sudah diambil keplingnya," sebut Bobby.

"Saat ini sudah kena skors, kita minta seminggu dari hari ini, itu surat-surat masyarakat yang diurus harus diproses, harus yang bisa diselesaikan, diselesaikan. Habis itu uang yang sudah diminta sama masyarakat oleh keplignya dikembalikan baru nanti pemecatan," sambung dia.

Bobby pun bakal berkoordinasi dengan saber pungli. Bobby bakal mengaktifkan lagi call center soal layanan pengaduan pungli di Kota Medan.

"Tadi siang saya koordinasi sama saber pungli bagaimana mengaktifkan layanan pengaduan yang lebih efektif kepada masyarakat. Selama ini kan sudah ada call center tapi tadi memang call center ada masyarakat iseng, ada. Nah ini akan kita buka bagaimana yang lebih efektif apakah melalui sosial media, WA (WhatsApp), by video, by photo," ujar Bobby.

Sementara itu, salah satu warga, Hendra Pangeran, mengatakan dirinya salah satu korban pemungutan yang dilakukan oleh kepling tersebut. Dia menyerahkan uang ke kepling sekitar Rp 1 juta.

"Saya sudah dua kali mengalami pungli dari kepling. Pertama kali saya ngurus program BLT UMKM, itu kan ngurusnya ke kepling. Dia nawarkan ke saya mau nggak diurusin. Saya diminta uangnya, ada uangnya, untuk fee dialah," sebut Hendra.

"Yang kedua, saya ngurus pecah KK dari rumah orang tua saya, diminta juga biayanya, Rp 600 ribu. Saksinya istri saya," lanjut dia.

Hendra menyebutkan total uang yang diserahkan kepada kepling mencapai Rp 1 juta. "Totalnya Rp 1 juta, pertama BLT UMKM Rp 400 ribu, baru pengurusan KK Rp 600 ribu. Dia minta sendiri, kalau BLT UMKM sekitar tahun 2020. Kalau pecah KK sekitar awal tahun 2021 saya serahkan di rumahnya," ujar Hendra. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan