Ganjar: BOR Rumah Sakit di Jateng Sudah Membahayakan!

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Jawa Tengah, sudah membahayakan. Pihaknya kini menyiapkan rumah sakit darurat.

"BOR-nya sudah membahayakan, sudah di atas 80 persen. Makanya kita cepat-cepat harus menambah tempat tidur. Maka tadi, siapkan skenario rumah sakit darurat, apa namanya tenda," kata Ganjar Pranowo usai meninjau RSUD Kalisari Batang, Selasa (29/06).

Bila perlu, menurut Ganjar, bisa meniru penanganan pasien seperti di Kabupaten Klaten. "Ada juga yang di Klaten itu, pasiennya dari dua-dua, dijadikan satu ada yang empat. Jadi perawatnya lebih efisien untuk melakukan tindakan pada mereka," tandas Ganjar Pranowo.

Di RSUD Batang sendiri, telah memperluas poli COVID-19 dari tiga ruang menjadi lima ruang. Sementara untuk tempat tidur telah disiapkan ekstensi 50 persen kapasitas rumah sakit untuk penanganan COVID-19.

"Di Batang sudah bagus, ekstensi tempat tidur sudah disiapkan. Untuk SDM, Bupati akan bicara (dengan instansi terkait) dan akan dibantu Dinkes Provinsi. Relawan akan kita siapkan," jelasnya.

Hanya saja, pihak RSUD Batang belum bisa dengan cepat terkait ketiadaan alat PCR. Selama ini, untuk tes PCR, Kabupaten Batang harus mengirim ke daerah lain sehingga memerlukan waktu cukup lama.

"Kalau sehari dibatasi sepuluh itu tidak ngaruh dalam kondisi seperti ini. Paling tidak sehari musti siap 200, sehingga nanti kalau kita lakukan tracing bisa lebih cepat dan tidak ada komplain dari masyarakat," katanya.

"Karena Batang belum punya alat PCR-nya nanti kita bantu, Pak Bupati menyiapkan tim, tempatnya dan SDM-nya," pungkas Ganjar Pranowo.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan