Ganjar Ceritakan Awal Mula Kasus Covid-19 Meledak di Kudus

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan awal mula meledaknya kasus Covid-19 di Kudus. Semula, penyebaran virus asal Wuhan China itu dinilai sempat terkendali namun mendadak berkembang pesat selama tiga pekan terakhir.

“Dalam tiga minggu terakhir, mulai 17-23 Mei awal itu zona merahnya muncul, sebelumnya sudah oranye. Maka beberapa rumah sakit sudah kita kendorkan, kegiatan mulai kita buka lagi, pada saat itu,” kata Ganjar saat menjadi pembicara dalam Webinar “Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19”, Kamis (17/6/2021).

“Kemudian kok muncul tiga titik merah dari data yang kami baca. Ternyata Kudus memang menjadi tempat yang waktu itu persebarannya sangat cepat, dan kami belum tahu apa penyebabnya,” terang Ganjar.

Pada saat hampir bersamaan, persebaran Covid-19 juga terdeteksi meluas di Jawa Tengah bagian barat. Sejumlah daerah dinyatakan masuk dalam kategori zona merah Covid-19.

“Berikutnya tanggal 24-30 Mei, tiba-tiba menyebar dengan cepat. Kawasan Brebes di Jawa Tengah sisi barat sudah masuk ke Kabupaten Tegal. Lha yang timur (Kudus) langsung kemudian seluruh daerah di sekitar kiri-kanannya kena, bahkan sampai Sragen,” lugasnya.

Dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), virus Covid-19 di Kudus ternyata varian baru B.1.617 atau Delta asal India. Jenis virus ini disebut memiliki karakter lebih ganas dan bisa menyebar dengan cepat.

“Kemudian Sragen berhasil menangani (penyebaran Covid-19) untuk sementara, dan ternyata sekarang bergeser dari Sragen ke Wonogiri dan itu menunjukkan bagaimana si covid ini cepat berkembang. Setelah itu baru kita tahu ternyata namanya varian Delta yang menyebar sangat cepat,” pungkasnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan