Klarifikasi Ganjar soal Ambisi Pilpres, Ganjarist, hingga Colekan RK

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara soal isu ambisi menjadi calon presiden (capres), relawan Ganjarist, hingga colekan dari Ridwan Kamil (RK) untuk berpasangan maju Pilpres 2024.

Isu ambisi maju Pilpres 2024 muncul ketika Ganjar tidak diundang acara PDIP di Semarang 22 Mei 2021 lalu yang dihadiri Puan Maharani. Ia dianggap berambisi maju capres salah satunya dengan pasukan di media sosial (medsos).

Beberapa kali Ganjar irit bicara soal isu itu. Namun ia menegaskan setuju dengan pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menegaskan jika para kader enggan menjadi petugas partai maka dipersilakan untuk keluar.

"Ya (kader) harus nurut, tegak lurus. Petugas partai harus nurut. Saya setuju," kata Ganjar 31 Mei 2021 lalu.

Ganjar juga menepis dirinya berkonflik dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Ia menegaskan hormat dengan putri Ketua Umum PDIP itu dan mengenang saat dirinya maju Pilgub Jateng 2013 dengan elektabilitas rendah namun tetap menang.

"Jadi teman-teman, saya mengikuti apa yang di medsos, sungguh-sungguh saya tidak enak, saya sangat hormat sama Mbak Puan, sangat-sangat hormat," kata Ganjar.

"Saya masih ingat dan belum lupa ketika elektabilitas saya sangat rendah di 2013 lalu, Mbak Puan-lah sebenarnya komandan tempurnya, itu tidak pernah lupa. Saya tidak punya modal saat itu, itu tidak pernah lupa, maka partai saat itu yang bergerak sehingga saya menang," ungkapnya.

Ganjar juga sudah mengklarifikasi soal ambisi maju Pilpres 2024. Menurutnya di PDIP sudah jelas hal itu diatur oleh Ketua Umum.

"Enggak lah, partai itu sudah punya aturan sendiri, di PDI Perjuangan itu seluruhnya keputusannya sesuai dengan Kongres V diserahkan kepada Ketum. Sudah titik, tidak ada komanya," kata Ganjar di kantornya, Rabu (2/6/2021).

Di lain kesempatan, Ganjar juga mengungkapkan akan bertemu Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto. Untuk diketahui, Bambang yang lantang mengungkap alasan Ganjar tidak diundang dalam acara PDIP karena ambisi maju Pilpres 2024.

"Belum belum (belum ketemu) karena saya masih concern soal ini (COVID). Nggak apa-apa, baik-baik, nanti saya akan sowan," kata Ganjar Pranowo di kantornya di Semarang, Rabu (2/6).

Hal itu ternyata disambut baik oleh Bambang. Ia mengatakan bahwa sesama kader senior, tidak ada persoalan pribadi apapun yang menghalanginya untuk bertemu dengan Ganjar Pranowo.

"Konstruksi PDI Perjuangan adalah keluarga besar. Kepala keluarganya bernama Megawati Soekarnoputri. Dalam keluarga besar PDI Perjuangan, konflik setajam apapun, kalau masih merasa sebagai bagian dari keluarga besar maka akan kumpul kembali," demikian disampaikan Bambang Wuryanto kepada detikcom di Solo, Kamis (3/6/2021).

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu yakin jika masih sebagai keluarga, maka polemik tidak akan lama. Apa lagi menurutnya ketika ia memberi peringatan ke Ganjar terkait ambisi capres beberapa waktu lalu, bukan merupakan persoalan pribadi antara Bambang Pacul dengan Ganjar Pranowo.

"Bambang Pacul dan Ganjar Pranowo itu satu keluarga. Apakah kami akan ketemu? Pasti, akan ketemu. Ada orang luar mengatakan bahwa persoalan ini harus didamaikan oleh Ketua Umum. Ya kita tertawa saja. Kita bukan anak kecil. Kita saling kenal, kita sudah lama bersama dalam organisasi (PDIP) ini sebagai keluarga besar," tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jateng itu.

"Kalau perlu nanti saya jemput," lanjutnya.

Polemik Ganjar dan PDIP mulai teduh, namun tetiba ada muncul kelompok pendukung bernama Ganjarist (Ganjar Pranowo Menuju Indonesia Satu). Saat ditanya soal Ganjarist, Ganjar menegaskan tidak tahu menahu soal itu. Ia juga menegaskan tidak mengenal orang-orang yang melakukan deklarasi di Hotel Neo+, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021) itu.

"Enggak-enggak (tidak kenal)," ujar Ganjar, Rabu (2/6/2021).

Ganjar juga menegaskan, soal capres, di PDI Perjuangan sudah diatur bahwa keputusan ada di tangan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

"Enggak lah (berambisi nyapres), partai itu sudah punya aturan sendiri, di PDI Perjuangan itu seluruhnya keputusannya sesuai dengan Kongres V diserahkan kepada Ketum. Sudah titik, tidak ada komanya," tegasnya.

Ganjar juga dicolek oleh Ridwan Kamil (RK) soal Pilpres 2024. Dalam podcast 'Indonesia Rakyat Club', RK sempat menyebut dua nama yang cocok berpasangan dengannya yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. RK mengaku punya irisan dengan Ganjar saat dia menjadi ketua umum daerah penghasil migas dan Ganjar menjadi dewan penasihat.

"Jadi banyak irisan-irisan kebersamaan. Jadi kalau ditanya, dua-duanya insyaallah cocok. Usianya satu generasi. Datang dari kepala daerah yang sama, inilah momentum takdir. Apakah satu, Allah memberi jalan. Dua, apakah Allah menjodohkan. Kalau dua itu terpenuhi, kita jalani," kata RK.

Ganjar enggan menanggapi soal itu, ia menyebut dirinya masih fokus penanganan COVID-19 di Jateng yang melonjak terutama di Kudus.

"RK meneh iki ngapa lhoo (RK segala ini --ditanyakan-- ya apa lhoo)," ujar Ganjar di Purbalingga.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan