Polda Metro Ungkap 4 Kelompok Pungli di Pelabuhan Priok, 24 Orang Ditangkap

Polda Metro Jaya masih terus melakukan pemberantasan pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Baru-baru ini, Polda Metro Jaya mengungkap 4 kelompok pelaku pungli dan menangkap 24 orang tersangka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, kelompok-kelompok pungli tersebut berkedok sebagai perusahaan jasa pengamanan dan pengawalan. Mereka melakukan tindakan pungli terhadap perusahaan jasa ekspedisi.

"Kemarin sudah berhasil diungkap sebanyak 50 orang, pagi ini kelompok atau klaster yang bermain di luar wilayah pelabuhan. Ada 4 kelompok yang bisa diungkap dengan modus operandi menarik pungli dari masyarakat dan dari pengusaha truk dengan total ada 24 orang," ujar Fadil kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Yang pertama adalah kelompok 'Bad Boy' yang berkedok sebagai perusahaan jasa pengamanan dan pengawalan. Kelompok tersebut dapat menarik uang hingga 9 juta rupiah dari 12 perusahaan lewat tindakan pungli.

"Yaitu dari jasa pengamanan dan pengawalan kelompok Bad Boy. Kelompok ini berhasil menarik uang Rp 9,1 juta dari 12 perusahaan dari total armada 34 unit," jelas Fadil.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku setoran, stiker, stempel, buku tabungan, surat-surat, kwitansi dan akte perusahaan.

"Barang bukti ponsel, buku storan, stiker, pos pantau, stempel kemudian surat surat pernyataan, kwitansi pembayaran dan buku tabungan transfer ke kelompok ini dan fotocopy akte pendirian perusahaan pendirian jasa pengamanan. Ini diorganisir oleh pimpinan, staf, koordinator asmoro (preman), ada 4 tersangka dari kelompok bad boy," kata Fadil.

Kelompok Pengamanan

Yang kedua adalah kelompok 'Haluan Jaya Prakasa', dari kelompok tersebut polisi berhasil mengamankan 6 orang serta menyita uang senilai 177 juta rupiah atas hasil pungli dari 41 perusahaan.

"Kedua jasa pengamanan Jaya Prakarsa, ini berhasil ditangkap 6 orang mulai dari pimpinan, admin, anggota dan koordinator lapangan serta kelompok kelompok kordinator asmoro (preman) dan bajing loncat di lapangan. Dari mereka berhasil mendapatkan barang bukti Rp 177 juta," ujar Fadil.

Kelompok Pengutip Pungli

Kemudian yang ketiga, adalah kelompok Sapta Jaya Abadi. Polisi mengamankan 3 orang termasuk pimpinan kelompok, admin dan koordinator lapangan. Diketahui, kelompok ini memungut uang dari 23 perusahaan angkutan truk. Dari pungutan liar itu, kelompok tersebut dapat mengantongi uang senilai 24 juta rupiah.

"Kelompok ketiga ditangkap tiga orang, pimpinan, korlap dan admin, kelompok ini setiap bulan mengutip uang dari 23 perusahaan angkutan yang memiliki armada 529 unit.Total uang disita 24,6 juta," jelas Fadil.

Kelompok yang terakhir adalah kelompok Tanjung Raya Kemilau (TRK), polisi berhasil mengamankan 10 orang tersangka. Diketahui kelompok ini bahkan menarik uang pungutan liat dari perusahaan dengan total 890 unit truk.

"Kelompok ini mengorganisir 30 perusahaan angkutan truk kontainer 890 unit truk," terang Fadil.

Pungli yang dikeluhkan sopir truk ini menjadi atensi Presiden Joko Widodo. Jokowi sampai menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk membereskan masalah pungli tersebut.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan