PPP Puji Sikap Jokowi Jawab Kritik 'King of Lip Service': Edukatif!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons kritikan BEM UI yang menyebut dirinya sebagai 'The King of Lip Service'. PPP menilai tanggapan Jokowi mengenai kritikan itu memberikan keseimbangan terhadap praktik demokrasi.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani menyebut Jokowi merespons BEM UI secara edukatif. Sebab pernyataan Jokowi bahwa mahasiswa boleh mengkritik kata Arsul, juga disambung dengan tata krama dalam mengkritik.

"Respons Pak Jokowi di atas edukatif. Presiden menegaskan ruang kebebasan berekspresi dalam alam demokrasi yang kita miliki pada satu sisi. Dan di sisi lain beliau juga menekankan soal kesantunan dalam budaya kita," kata Arsul Sani kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Arsul menilai Jokowi memberikan keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam praktik demokrasi. Kebebasan berekspresi, kata Arsul, memang harus perlu dijaga.

"Bagi PPP, respons Presiden ini memberikan keseimbangan praktik demokrasi antara hak dan kewajiban setiap warga negara, antara kebebasan yang lazimnya melekat dalam ekspresi demokrasi dengan kultur masyarakat yang tetap perlu kita jaga, agar tidak terjadi benturan sosial dan kegaduhan antara yang kelompok yang pro dengan yang kontra dalam menyikapi satu masalah," paparnya.

Selain itu, Arsul menilai arahan Jokowi yang meminta kampus tak menghalangi mahasiswa untuk berekspresi lebih menekankan pada pendekatan persuasif. Anggota Komisi III DPR itu menilai kritik mahasiswa harus disikapi dengan langkah persuasif oleh pihak kampus.

"Lebih lanjut, secara implisit Presiden dengan pernyataannya itu juga menekankan semua yang di rumpun kekuasaan pemerintahan agar lebih persuasif dalam menyikapi kritik, apalagi yang datang dari kaum muda. Ya itulah yang saya maksud bahwa Presiden secara implisit meminta jajaran pemerintahan, termasuk yang menguasai kampus, untuk persuasif," sebut dia.

Presiden Jokowi telah merespons posting-an Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait 'Jokowi King of Lip Service'. Jokowi mengatakan hal ini merupakan bentuk ekspresi kritik dari mahasiswa.

"Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa, ini negara demokrasi jadi kritik boleh-boleh saja," ujar Jokowi dalam keterangannya yang ditayangkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/6).

Jokowi mengatakan pihak universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa dalam menyampaikan ekspresi. Namun, Jokowi mengingatkan adanya budaya tata krama dan sopan santun.

"Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi. Tapi ingat kita ini memiliki budaya tatakrama budaya kesopansantunan saya kira biasa," tuturnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan