Proyek Tol Mandek, Luhut Langsung Turun Tangan!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menurunkan tim khusus, untuk memantau beberapa proyek tol Cisumdawu dan Semarang - Demak. Guna menyelesaikan segala permasalahan pembangunan tol.

Seperti tol Cisumdawu, terdapat beberapa lahan yang sudah bebas, tapi belum dapat dikonstruksi. Kemudian pada lahan tol ini juga terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat, serta perizinan terkait lahan PT Perhutani.

"Makanya perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan," kata Luhut, dalam keterangan resmi, Kamis (17/6/2021).

Luhut menjelaskan tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, karena proses penilaian yang telah dilakukan sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian.

Sampai saat ini, progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 %, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99 %, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100 %, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 %, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 %, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83 % dan 6B sebanyak 11,84 %.

Terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

"Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat," jelas Menko Luhut.

Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34 persen).[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan