Stafsus Erick Thohir Pastikan Fasilitas Kartu Kredit untuk BUMN Lain Tak Dicabut

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, memastikan fasilitas kartu kredit bagi dewan komisaris dan direksi BUMN lain tak akan dicabut seperti yang dilakukan PT Pertamina (Persero). 

Isu seputar pencabutan fasilitas kartu kredit untuk direksi dan komisaris BUMN mencuat pascapemberitaan mengenai peniadaan kartu kredit bagi dewan direksi dan komisaris di PT Pertamina. 

Menurut dia, PT Pertamina meniadakan fasilitas kartu kredit bagi direksi dan komisaris sebagai bagian dari efisiensi perseroan. Namun tidak ada kebijakan serupa yang dilaksanakan manajemen BUMN klaster lain, karena pemegang saham tidak menemukan masalah di internal perusahaan. 

Meski begitu, Arya enggan menjelaskan masalah yang dimaksudkan saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia. Menurutnya, persoalan di internal Pertamina menyangkut pencabutan kartu kredit menjadi wewenang manajemen untuk disampaikan kepada awak media. 

"Yang (BUMN, Red) lain tidak ada masalah, jadi tidak dicabut (fasilitas kartu kredit, Red). Apakah di Pertamina ada masalah? Coba tanya internal mereka saja," ujar Arya Sinulingga, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (17/6/2021). 

Kementerian BUMN sebagai pemegang saham Pertamina juga  membantah bahwa batas limit kartu kredit milik Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mencapai Rp30 miliar. 

Berdasarkan hasil pengecekan pemegang saham, batas nilai kartu kredit pejabat BUMM berada di kisaran Rp 50 juta sampai Rp 100 Juta. Jumlah itu tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadi. 

"Dan hasil pantauan kami limitnya tidak ada yang sampai Rp 30 miliar. Limit atasnya Rp50 juta sampai Rp 100 juta. Dan pemakaian hanya untuk kepentingan perusahaan," kata Arya Sinulingga. 

Arya menegaskan, pemegang saham mendukung semua efisiensi yang dilakukan setiap BUMN. Sebab, dengan efisiensi tersebut membuat perseroan dapat mengoptimalkan capital expenditure (capex) atau belanja modal dan operating expenditure (opex) atau biaya operasional.[inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan