Ada Isu Wapres Marah soal Insiden Paspampres-Petugas di Jakbar, Ini Faktanya

Cekcok petugas PPKM darurat dengan anggota Paspampres Praka IG di pos penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat, masih berbuntut panjang. Di media sosial (medsos), beredar isu Wapres Ma'ruf Amin marah dan memerintahkan agar pejabat yang bertanggung jawab atas insiden tersebut dimutasi ke daerah.

"Atas peristiwa tersebut, wapres perintahkan Danpaspampres utk panggil kapolres, danyon, danramil yg bertanggung jawab thd pers PPKM utk menghadap ke istana besok. Wapres tidak terima karena yg ada dlm video itu Walpri yg melekat lsg dengan wapres. Wapres perintahkan utk memindahkan pejabat2 tsb ke wil Timur (papua)," demikian isu berbentuk potongan tulisan yang tersebar di medsos.

detikcom pun mencoba menelusuri isu ini ke Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar. Dia mengaku tidak mengetahui isu tersebut.

"Saya juga tidak mengetahui soal itu. Silakan ke Paspampres," kata Oemar saat dihubungi detikcom lewat WhatsApp, Kamis (8/7/2021).

Meski demikian, menurut Oemar, perintah seperti yang tersebar di medsos itu bukanlah tipikal Kiai Ma'ruf.

"Menurut saya, tidak pernah Wapres marah ataupun memberikan perintah seperti berita tersebut," ujarnya.

Selebihnya, Oemar tidak mau lebih jauh menanggapi. Dia meminta agar isu tersebut dikonfirmasi ke pihak Paspampres.

"Silakan langsung ke Dan/Wadan Paspampres ya karena di luar kewenangan Setwapres," ucapnya.

detikcom lantas mengonfirmasi lebih lanjut isu ini kepada Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto. Dia menegaskan isu yang tersebar itu hoax alias tidak benar.

"Hoax, Mas," tegas Mayjen Agus saat dikonfirmasi detikcom.

Mayjen Agus Subiyanto menyatakan tidak ada menerima perintah tersebut dari Wapres. Meski demikian, dia membenarkan Praka IG merupakan pengawal pribadi (walpri) yang melekat dengan Wapres.

Mayjen Agus menyatakan insiden tersebut terjadi akibat aturan PPKM darurat belum dipahami betul oleh petugas di lapangan tentang sektor esensial serta non-esensial dan kritikal. Dia menyebut, apabila aturan tidak dipahami petugas, akan terjadi miskomunikasi.

"Anggota Paspampres 75% tinggal di luar asrama Paspampres, tersebar di wilayah Jabodetabek. Setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik-titik penyekatan," jelasnya.

"Saya sudah berkoordinasi dengan para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan tentang PPKM darurat," sambung Mayjen Agus Subiyanto. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan