#BongkarBiangRusuh Trending Usai Muncul Ajakan Demo 'Jokowi End Game'

Tagar #BongkarBiangRusuh muncul di linimasa Twitter dan sempat trending. Tagar ini merangkak naik usai heboh adanya ajakan untuk demo 'Jokowi End Game' terkait penolakan PPKM.

Pada Jumat (23/7/2021) pukul 22.55 WIB, tagar tersebut menempati peringkat ketiga trending. Setidaknya ada 9 ribu cuitan dengan tagar tersebut.

Netizen ramai-ramai mendesak agar sosok di balik aksi demo itu diungkap. Ada pula yang mencuit sambil mengunggah poster-poster senada.

"Bongkar Aktor Intelektualnya #BongkarBiangRusuh," tulis salah satu netizen.

               
"Negara sedang berduka koq bisa²nya oposisi manfaatkan pandemi utk mengambil kekuasaan. Memang sudah gila dan haus kekuasaan #BongkarBiangRusuh," kata yang lain.

"Ayo bongkar politik kotor yang manfaatkan situasi covid untuk jatuhkan pemerintah yang sah. Mereka sudah tak punya hati nurani #BongkarBiangRusuh," cuit netizen berikutnya.

Munculnya Ajakan Demo 'Jokowi End Game'

Poster seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

"Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian seruan pada poster tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (23/7/2021).

Siapa di Baliknya?

Ade Armando ikut mencuitkan poster yang beredar berisi seruan aksi massa bertajuk 'Jokowi End Game'. Ade Armando mencium gelagat makar terhadap Presiden Jokowi. Dia menuding aksi itu ditunggangi politikus.

Dia menyebut aksi ini direncanakan mahasiswa, tapi mahasiswa itu sebenarnya dimanfaatkan politikus busuk.

"Sementara orangtua mereka, keluarga mereka, tetangga, rakyat bersatu padu mengatasi pandemi; para mahasiswa dungu dimanfaatkan politisi busuk untuk bikin gerakan menggulingkan Jokowi," cuit Ade Armando.

Wanti-wanti Polisi

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan kondisi COVID-19 di Indonesia dan khususnya di Jakarta. Masyarakat diminta memahami situasi COVID-19 yang sedang mengganas ini dengan tidak melakukan kerumunan.

"Lihat rumah sakit, kuburan, udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin hindari kerumunan," ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2021).

Yusri kemudian menjelaskan soal kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM level 4 untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin luas. Harapannya, setelah PPKM Level 4 selesai, angka COVID menurun sehingga pemerintah melakukan relaksasi.

"Coba bagaimana kalau bikin lagi kegiatan kumpul-kumpul menyampaikan pendapat di panggung dan membuat kerumunan, apakah tidak bisa menjadi klaster kerumunan lagi? Tolong temen-temen yang berniat akan melakukan kegiatan penyampaian pendapat, gunakan (media sosial) dengan bijak," tuturnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan