COVID-19 RI Tembus 54 Ribu Kasus Sehari, Kemenkes Sebut 2 Biang Keroknya

Pertama kalinya kasus Corona di Indonesia menembus angka 50 ribu kasus per hari, tepatnya 54.517 kasus. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi mengklaim, kasus COVID-19 naik lantaran ada perbaikan sistem pelaporan data.

Perbaikan laporan data kasus COVID-19 disebut dr Nadia membuat catatan kasus COVID-19 harian menjadi lebih transparan. Perlu diketahui, Indonesia mencatat 54.517 kasus baru COVID-19 per Rabu (14/7/2021), 991 orang meninggal dunia.

Ada 17.762 pasien Corona yang berhasil sembuh. Namun, kasus aktif COVID-19 melambung tinggi dengan mencatat 443.473 kasus, naik 35.764 kasus dari hari sebelumnya.

"Dan kalau melihat angka konfirmasi positif akhir-akhir ini adalah seiring dengan kenaikan jumlah testing dan adanya perbaikan tim pencatatan dan pelaporan," ujar dr Nadia saat konferensi pers Rabu (14/7/2021).

"Di mana kami perlu sampaikan peningkatan angka kematian dan angka konfirmasi positif adalah dikarenakan adanya sistem verifikasi otomatis pada laboratorium pemeriksa yang menghilangkan proses verifikasi secara berjenjang," sambung dia.

dr Nadia juga mengingatkan kenaikan kasus COVID-19 masih menandakan transmisi penularan di masyarakat masih tinggi meskipun PPKM Darurat sudah berjalan lebih dari seminggu. Sementara, catatan kasus COVID-19 dengan perbaikan data kini diklaim dr Nadia lebih tepat waktu.

"Laporan (kasus Corona) menjadi lebih transparan dan tepat waktu, walaupun terjadi kenaikan kasus, kita melihat angka positivity rate kita cenderung stabil, dikarenakan hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan testing dimana target yang harus kita capai adalah 324 ribu orang yang dites per hari," jelasnya.

"Peningkatan kasus yang masih terjadi dikarenakan masih besarnya penularan yang terjadi di dalam masyarakat," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan