Diskon Listrik Diperpanjang, Erick Thohir: Sangat Dibutuhkan

Stimulus ketenagalistrikan untuk masyarakat kembali dilanjutkan tahun ini. Langkah tersebut masuk dalam program sosial pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, insentif listrik sangat diperlukan masyarakat di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat penyebaran Covid-19.

"Program sosial pemerintah sekarang diperpanjang lagi untuk listriknya. Dan ini menjadi hal yang sangat diperlukan di masyarakat karena kondisi hari ini, seperti ini, ekonomi," ujar Erick saat melakukan sidak di Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura, Bali di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021).

Meski demikian, Erick enggan menjelaskan skema stimulus listrik tersebut. Apakah akan ditempuh pemerintah melalui PT PLN (Persero) sama dengan program subsidi listrik di tahun 2020 lalu.

Menurutnya, hal tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto.

"Saya rasa ada domainnya, nanti ada Pak Menko yang menyampaikan, tentu saya sebagai tupoksi dari kementerian BUMN kita mensupport daripada seluruh kementerian, baik kemarin kita bicara permintaan distribusi oksigen dengan iso tank, hari ini sudah datang, dan besok tanggal 9 juga datang, kita lakukan sesuai tupoksi, kita mendukung," katanya.

Mantan Bos Inter Milan itu menegaskan tidak akan mengambil peran kementerian lain. Namun, posisi vital perusahaan pelat merah saat ini, akan dimaksimalkan pemegang saham untuk mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kementerian lainnya.

"Kita tidak ingin ambil alih peran kementerian lain, tapi kita percaya jika BUMN ini tulang punggung dan kita suport aja semua kegiatan pemerintah dan kementrian agar kita bisa memastikan rakyat ini mendapat listrik, khususnya untuk rumah sakit, puskesmas, dan oksigen untuk perawatan, bukan buat nonton bola," katanya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan