Heboh Ivermectin untuk Pasien COVID-19, Luhut: It Works

Ivermectin sempat heboh di masyarakat soal penggunaan obat tersebut sebagai obat terapi COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ivermectin bisa digunakan untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

"Delapan bulan lalu ivermectin itu saya bicara pertama sama Dokter Fatimah kepala rumah sakit BUMN di gelombang pertama dulu. Kalau kita pakai ivermectin, karena Presiden Trump umumkan di White House. Kita coba aja deh untuk yang ringan-ringan cobain aja. It works," katanya dalam tayangan video milik akun YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Rabu (7/7/2021).

Untuk itu, Luhut telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir agar Ivermectin diberikan kepada orang yang bergejala ringan.

"Sekarang dibikin sama pak Erick sekarang dibikin kan paten untuk orang yang ringan. Dikasih itu untuk orang saturasi oksigennya 95 kurang-kuranglah," katanya.

Saat disinggung banyak pihak yang tidak suka ada obat murah, Luhut mengatakan tidak peduli dan akan melawan pihak-pihak tersebut. Dia mengatakan untuk saat ini apa yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan rakyat.

"Iya, kalau Ivermectin untuk awal, kita pikir itu nggak ada urusan, untuk rakyat kita ya kita lawan aja," tegas Luhut.

"Ini kan darurat untuk kepentingan rakyat. Kita lakuin aja, dokter Fatima bilang 'pak kita sudah buktiin' it works ya hajar aja. Kirim aja untuk yang ringan-ringan aja, nggak pernah ada korbannya gara-gara itu kok," lanjutnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menyampaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Ivermectin termasuk PPN untuk produk Ivermectin tablet 12 mg/botol isi 20 tablet Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet. Sedangkan Harga Netto Apotek (HNA) ditetapkan oleh perseroan adalah Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tablet

PT Indofarma Tbk, mengatakan saat ini produk Ivermectin dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc. Jaringan tersebut akan diperluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan