Isu PPKM Darurat Diperpanjang, Menko Luhut: Masyarakat Tenang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), sekaligus Koordinator Pemberlakuan Perbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi isu perpanjangan PPKM Darurat di Jawa-Bali hingga Agustus mendatang.

Luhut merespon singkat dan mengaku kasus penyebaran dari angka Covid-19 sudah tidak terkendali dan lonjakan kasus terjadi sangat cepat.

"Saya kira ini begini, kasus meroket ini sudah kita duga juga mungkin terjadi, tapi tidak kita duga secepat ini. Tapi dibalik-balik karena pemahaman kita mengenai delta varian ini juga banyak tidak paham betul, Anda sudah lihat bukan hanya kita, banyak negara lain banyak yang kena, karena ilmu kita, ilmu dunia kedokteran juga belum sampai ke sana, saya selalu tanya teman-teman dokter mengenai ini," kata Luhut melalui konferensi virtual dikutip, Jumat (16/07/2021).

Disamping itu, Luhut mengatakan dampak dari sisiekonomi akibat penerapan PPKM Darurat. Oleh karenanya, pemerintah akan mengamati kondisi sebelum menentukan sampai kapan PPKM Darurat akan dijalankan.

"Tentu kita amati dengan cermat, kami ada tim juga yang mengamati sampai berapa jauh kita boleh pergi. Istilah saya itu kalau kita bengkokan sesuatu mesti ada batasnya, kalau bengkok itu patah. Jadi kita mengamati betul masalah ekonomi ini jangan sampai kelamaan juga, malah buat mati,"paparnya.

Luhut pun menghimbau dalam kesempatannya kepada masyarakat untuk tenang dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dirinya mengaku akan berkoordinasi dengan Presiden Jokowi untuk bertemu dengan asosisasi guru besar.

"Saya janji besok atau nanti sore kami akan laporkan apa yang kita lakukan dengan data-data tapi saya akan ketemu dengan asosiasi guru besar UI kita minta pendapatnya juga," pungkasnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan