Kata Faldo Maldini yang Dulu Getol Kritik Jokowi, Kini Jadi Stafsus Menteri

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini tak masalah apabila dirinya dikritik karena menjadi Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg).

Adapun, Faldo Maldini sebelumnya merupakan Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Faldo pun dulunya dikenal kerap menyerang kebijakan dan pribadi Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat berbeda pandangan politik.

Menurut dia, Pilpres adalah tempat terbaik untuk menguji program dan kebijakan pasangan capres-cawapres sehingga wajar apabila terjadi debat.

"Kalau saya tidak kritis saat itu, tentu lebih aneh. Kami bukan musuh, kita semua anak bangsa. Jangankan abis Pilpres, abis debat di TV saja kami langsung pelukan," kata Faldo saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (28/7/2021).

"Kalau ada yang belum move on, ya wajar saja. Kan tidak bisa kita paksa orang sama seperti kita," sambung dia.

Faldo mengaku akan banyak berdiskusi dengan media usai ditunjuk menjadi Stafsus Mensesneg. Dirinya menyebut jabatan ini merupakan panggilan merah putih serta amanah dari negara.

"Kami berharap ditemani (media) untuk memenangkan menit-menit tersisa. Menyampaikan semua progres yang dilakukan oleh pemerintah dan inisiatif masyarakat, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memenangkan pertarungan ini," jelas Faldo Maldini.

Tanggapan Eks Timses Jokowi-Ma'ruf

Sebelumnya, Politikus PKB yang juga mantan wakil ketua timses Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, Abdul Kadir Karding menilai seyogyanya Faldo tidak mengambil jalan ini. Sebab, dia kerap menyerang pribadi Jokowi saat berbeda pilihan dalam Pilpres.

"Dulu mungkin dia mengkritik Jokowi karena dia ada di PAN yang berbeda dengan koalisi 01. Tapi apa pun itu kalau menurut saya, sebagai aktivis ini, kalau misal saya agak berat ya. Karena dulu yang dikritik bukan kebijakan saja, tapi kepada orangnya," ujar Karding, Selasa 27 Juli 2021.

Dengan masuk ke gerbong pemerintahan, kata Karding, Faldo berada dalam posisi yang berat. Dia harus mengabdi kepada orang yang dulu dikritiknya.

"Jadi kalau saya pribadi melakukan hal seperti itu mungkin berat ya karena mengabdi pada orang yang saya hajar dan itu seluruh Indonesia tahu. Saya punya rasa enggak mungkin sampai, agak sulit bagi saya," katanya.

"Itu kalau saya, kalau Faldo saya enggak tahu ya," imbuhnya.

Karding menduga, pengangkatan Faldo Maldini karena koneksinya sebagai politikus PSI saat ini. Faldo diketahui menjabat sebagai Ketua DPW PSI Sumatera Barat. Sejak akhir 2019 lalu, ia mengundurkan diri dari PAN.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan