Kemenkes: 21,2 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac Akan Diproses dalam 2-3 Pekan

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sebanyak 21,2 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk setengah jadi (bulk) akan diproses PT Bio Farma menjadi vaksin jadi sekitar 2-3 minggu.

"Jadi nanti vaksin yang 21,2 juta itu, yang kita terima pasti akan diproses dulu oleh Bio Farma untuk menjadi proses vaksin jadi kurang lebih 2-3 minggu, kemudian ada proses quality control oleh BPOM yang mungkin sekitar 1 minggu lagi, nah setelah itu siap," kata Nadia dalam diskusi secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Nadia mengatakan, 21,2 juta dosis vaksin Sinovac tersebut akan digunakan pada pekan ketiga bulan Agustus mendatang. 

"21,2 juta dosis vaksin ini disiapkan untuk memenuhi vaksinasi kita di bulan Agustus minggu ketiga atau keempat," ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, saat ini, pemerintah telah menerima 151,9 juta dosis vaksin dan sebanyak 21,2 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima hari ini merupakan jumlah terbesar.

Ia mengatakan, stok vaksin Covid-19 akan terus bertambah pada bulan Oktober, November dan Desember.

"Vaksin ini akan semakin bertambah bahkan nanti di bulan Oktober, November, Desember itu akan sampai dengan mencapai 80 juta," pungkasnya.

Pemerintah kembali menerima vaksin Covid-19 asal China, Sinovac. Vaksin tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, sekitar pukul 12.30 WIB.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ke depan pemerintah masih akan terus berupaya mendatangkan vaksin melalui berbagai jalur untuk memastikan stok vaksin tercukupi dan target sasaran vaksinasi tercapai.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan