Kemensos Beri Bantuan Modal Usaha Buat Penyandang Disabilitas

Kementerian Sosial melalui Balai Abiyoso hari ini menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa modal usaha senilai Rp4 juta dan Rp1 juta kepada penyandang disabilitas fisik.

Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, bahwa Kemensos berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari hasil assesmen yang telah dilaksanakan oleh tim Balai Abiyoso di Cimahi, Jawa Barat, terhadap para penyandang disabilitas fisik tersebut.

Yan Martin, salah seorang penyandang disabilitas yang menerima bantuan modal usaha ini menuturkan kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan keluarga dilakukan dengan membuka rental play station. Selain itu ia juga membuat kemasan makanan dari kertas bekas.

Namun setelah wabah Covid-19 melanda, pemesanan kemasan tersebut mulai berkurang. Istrinya membantu dengan berjualan gorengan setiap sore.

Mobilitas Yan dengan kondisi disabilitasnya tersebut menggunakan skateboard yang dirancang sendiri. Sebelumnya ia pernah menggunakan kursi roda, tetapi tangannya tidak kuat untuk mengayuh roda dikarenakan kursi roda yang diberikan sulit untuk digunakan.

Adapun Yan akan menggunakan bantuan Rp4 juta dari Kemensosn ini untuk modal usaha berjualan voucher/token pulsa listrik di rumahnya.

Bantuan modal usaha dari Kemensosn melalui Balai Abiyoso ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya kepada penerima untuk menjalankan usaha mereka. (KEMENSOS).
Kepala Balai Abiyoso, Isep Sepriyan menyampaikan bahwa bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menjalankan usaha. Tim Balai Abiyoso akan membantu dalam pendampingan pembelian perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha tersebut.

Selain Yan Martin, ada juga Engkus, penyandang disabilitas fisik yang menerima bantuan modal usaha untuk membeli mesin parut singkong guna usaha kicimpring yang sedang digelutinya.

Usaha kicimpring yang dijalankannya ini sudah lumayan berkembang dan dengan kondisi tangannya yang disabilitas, proses menyerut/memarut singkong untuk bahan pembuatan kicimpring sangat terhambat. Karena selama ini ia begitu kesulitan saat memarut kelapa dengan alat parut manual/tradisional.

Yan Martin dan Engkus sangat berterima kasih atas bantuan Atensi yang diberikan untuk modal usaha tersebut. Keduanya bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha dengan modal yang telah diberikan.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan