Ketua DPR Ingin Rakyat Dapat Informasi Tepat Tentang Covid, Jangan Kalah dengan Hoaks

 

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak kepala daerah, lurah hingga kepala desa proaktif dalam berkomunikasi dua arah dengan warganya. Dia ingin pemimpin di daerah memanfaatkan berbagai saluran komunikasi agar bisa mengetahui kebutuhan aktual rakyatnya.

"Manfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik luring maupun daring, agar rakyat yang memang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat ditangani para tenaga kesehatan dengan baik," katanya dalam keterangannya, Sabtu (10/7).

Dia mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat komunikasi publik terkait terjadinya gelombang dua Covid-19. Terjadinya disinformasi mesti ditekan agar penanganan Covid-19 dapat optimal dilakukan.

"Manfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19. Gandeng masyarakat, komunitas, dan dunia usaha untuk bersama-sama, bahu membahu terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ini," terangnya.

Terlebih, lanjut politisi PDIP ini, salah satu upaya dalam mencegah penularan Covid-19 adalah melalui edukasi dan sosialisasi yang efektif. Puan tidak ingin masyarakat menjadi disinformasi karena komunikasi yang tidak cermat.

"Rakyat harus diberi dengan informasi yang tepat dan berkala tentang Covid-19 dan penanganannya. Jangan sampai informasi yang tepat justru kalah dengan hoaks karena ketidakcermatan dalam melakukan komunikasi," jelasnya.

Puan melihat, sejauh ini masih banyak ditemui orang yang kebingungan mencari rumah sakit untuk perawatan Covid-19. Dia bilang, tingginya angka keterisian tempat tidur di kota-kota besar di Pulau Jawa memang perlu diantisipasi dengan gerak cepat dan tepat dari pemerintah maupun masyarakat.

"Jangan sampai ada lagi pasien Covid-19 yang tidak mendapat layanan kesehatan paripurna karena persoalan keterbatasan informasi," terang mantan Menko Pemberdayaan Kemanusiaan dan Kebudayaan itu.

Dia pun mengapresiasi masyarakat yang proaktif menjadi relawan maupun membentuk komunitas guna membantu menginformasikan kebutuhan donor plasma, peminjaman tabung oksigen dan tempat pengisian oksigen medis. Serta pengaktualan data ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

"Dalam menghadapi pandemi ini, semangat gotong royong rakyat Indonesia semakin kokoh dan terwujud nyata dalam berbagai aksi sosial yang muncul dari bawah," tutupnya.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan