Luhut: Prajurit di Bawah Lelah, Jangan Politisasi Urusan COVID!

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus melonjak. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar masalah kemanusiaan tidak dipolitisasi.

"Jangan ada dipolitisasi nih, please. Saya titip, ini masalah kemanusiaan. Kalau Anda punya hati, jangan dipolitisasi. Makin Anda bawa macam-macam, itu bisa membawa nyawa orang pergi dan orang di sekeliling kita banyak yang sudah pergi gara-gara ini, yang kita kenal," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Luhut mengatakan, dalam menangani pandemi COVID-19, pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, di antaranya asosiasi profesi kedokteran, profesor, hingga guru besar.

"Kami lakukan juga secara saintifik, kami dengerin pendapat dari semua, misalnya asosiasi profesi kedokteran semua kita dengerin. Berkali-kali mereka ketemu kita bicara dan para profesor-profesor, guru besar, karena ini masalah kita rame-rame," kata Luhut.

"Saya kan pengetahuan saya juga terbatas, tapi saya dengarkan teman-teman yang sesuai bidangnya untuk berikan masukan dan cara bertindak kita apa baiknya. Itu juga dapat masukan dari teman-teman yang ahli dalam bidangnya," sambungnya.

Selain itu, dia menyebut pemerintah tidak asal dalam mengambil keputusan. Hal ini karena digunakannya tiga indikator dalam mengukur maupun memantau perkembangan.

"Ada tiga indikator yang digunakan digabungkan jadi satu indikator komposit. Facebook mobility, kemudian ada Google traffic, ada intensitas cahaya di malam hari dari NASA dan NOAA. Ini kami gunakan supaya kita bisa ngukur untuk menghadapi varian Delta ini. Jadi tidak sekadar bikin sana bikin sini, tidak," tuturnya.

Luhut menuturkan saat ini seluruh pihak hingga prajurit yang terlibat telah lelah bekerja. Sehingga dia kembali meminta agar tidak ada politisasi untuk kepentingan politik maupun popularitas.

"Karena semua lelah, saya ulangi, semua kita lelah. Itu teman-teman prajurit yang di bawah tuh lelah. Sudah satu setengah tahun mereka kerjain. Jadi jangan tambahin lagi masalah. Karena kepentingan politik kita, kepentingan ingin popularitas kita, jangan kita popularitas dari masalah kemanusiaan. Saya titip sekali lagi itu," ujar Luhut.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan