Menkes: Jakarta Sangat Babak Belur, Kita Agresif Vaksinasi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan perkembangan vaksinasi Corona di Tanah Air. Menkes Budi mengatakan vaksinasi Corona mengalami penurunan pada Sabtu dan Minggu.

"Vaksinasi kita mempercepat, angkanya tadi pagi 52 juta, Bapak-Ibu, suntik pertamanya 37 juta, 30 juta itu sekitar 20 persen dari target. Jadi per kemarin kita untuk suntik pertama sudah mencapai 20 persen dari target populasinya kita yang 181,5 juta. Karena ini sudah tembus 37 juta suntik pertamanya, yaitu 20 persen dari target populasi," kata Budi dalam rapat Komisi IX DPR RI yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Vaksinasi Corona yang menurun pada waktu Sabtu dan Minggu akan terus ditingkatkan oleh Menkes Budi. Untuk meningkatkan, Menkes Budi menggandeng TNI dan Polri.

"Memang hari Sabtu-Minggu itu selalu turun biasanya, ini yang sekarang saya tekan terus, agar bisa lebih cepat lagi dengan dibantu TNI-Polri, memang kembali lagi ketersediaan vaksin," ujarnya.

Menkes Budi kemudian menjelaskan dua provinsi tertinggi yang sudah melakukan vaksinasi Corona, yakni Bali dan DKI Jakarta. Namun DKI Jakarta akan diagresifkan vaksinasi Corona karena kondisi di Ibu Kota sedang babak belur.

"Jadi Bali itu sudah hampir 80 persen rakyatnya mendapatkan suntikan pertama, karena Bali banyak AstraZeneca, memang suntikan keduanya baru 30 persen, karena butuh waktu tiga bulan," ucap Budi.

"DKI Jakarta karena yang sekarang sangat babak belur. Kita lagi agresif sekali melakukan vaksinasi untuk bisa mengurangi beban yang masuk ke rumah sakit, itu sekarang sudah lebih dari 60 persen," imbuhnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan