NasDem Sindir Andi Arief soal Rezim Bingung: Apa Tak Terbalik?

Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief memparodikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menyebut rezim bingung menghadapi pandemi Corona. Partai NasDem justru menyindir balik Andi Arief soal rezim dahulu.

"Tentunya pemerintah menghitung semua aspek dalam mengambil kebijakan. Kalau kemudian ada orang mengatakan rezim ini rezim bingung, ya apa nggak terbalik itu?" kata Waketum Partai NasDem, Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Ahmad Ali menjelaskan maksud rezim terdahulu yang kerap dibilang bingung oleh publik. Sementara Jokowi, kata Ali, tegas dalam memutuskan kebijakan menghadapi pandemi Corona.

"Rezim berganti rezim ya kan, nah sekarang, dulu sih orang yang dulu itu ya suka bingung, ya kan. Kalau hari ini Pak Jokowi saya lihat orang yang tidak suka akan mengatakan bahwa Pak Jokowi planga-plongo, macam-macam lah. Tapi dari banyak kebijakan yang diambil Pak Jokowi, saya pikir tegas, sikap-sikap dia sangat tegas, dia tahu," ujarnya.

Menurut Ali, setiap kebijakan pemerintah tentunya tidak dapat memuaskan seluruh masyarakat. Namun, Ali menekankan bahwa keputusan pemerintah untuk kepentingan seluruh masyarakat.

"Memang keputusan yang dia ambil, tidak semua memuaskan sekelompok kecil orang, tidak semua memuaskan masyarakat Indonesia, pasti ada orang yang tidak terpuaskan dengan kebijakan itu tadi. Tapi seluruh kebijakan untuk kepentingan orang banyak," ucapnya.

Oleh sebab itu, Ali mengingatkan jangan ada kelompok yang memanfaatkan kondisi pandemi untuk kepentingan pribadi. Secara tegas, Ali mengatakan jangan ada kelompok yang memanfaatkan kondisi saat ini. [

"Jadi kita tidak boleh terjebak, tapi apa pun itu, saya ingin bilang, hari ini kita butuh kekompakan, kita butuh semua orang, jangan memancing di air keruh. Jadi kondisi seperti ini mengambil manfaat untuk kelompoknya, itu saya pikir sangat tidak arif untuk situasi saat ini," imbuhnya.

Andi Arief sebelumnya memparodikan Presiden Jokowi dalam menghadapi pandemi Corona. Dalam agan-angan itu, Andi Arief membayangkan pemerintah menerapkan lockdown.

"Saya, Jokowi Presiden RI. Memutuskan upaya besar dilakukan dg "lockdown Nasional" 4 minggu. Pembangunan infrastruktur dan tidak mendesak Ibu kota baru saya tunda. Adapun 100 jt rakyat terdampakdiberikan BLT per minggu 500 ribu. Saya gak pelit sama rakyat," kata Andi Arief, di akun Twitter-nya yang dibagikan kepada wartawan, Jumat (23/7). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan