Pesan PDIP ke AHY-Ibas: Jangan Jadikan Kecemasan Publik Komoditas Politik

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno angkat bicara perihal duo pimpinan Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang kompak mempertanyakan kemampuan Negara mengatasi Corona. Hendrawan berpesan, jangan memanfaatkan kecemasan publik saat ini sebagai komoditas politik.

"Hendaknya tidak ada pihak yang memanfaatkan amukan pagebluk dan kecemasan publik sebagai komoditas politik, atau mengurangi konsentrasi kekuatan kita sebagai bangsa dalam mengatasi situasi ini," kata Hendrawan kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

"Jangan menganggap remeh kerja keras kita untuk lepas dari badai yang sempurna duo pandemi-resesi ini," imbuhnya.

Hendrawan pada dasarnya menganggap kekhawatiran AHY dan Ibas sebagai pengingat. Tapi jangan sampai mengurangi semangat penanganan pandemi COVID-19.

"Keprihatinan yang disampaikan duo AHY-Ibas tentu kita perhatikan, kita jadikan cambuk untuk bekerja lebih keras, tanpa mengurangi energi positif kita untuk terus bergotong royong mengatasi COVID," ucap Hendrawan.

Lebih lanjut, Hendrawan menuturkan bahwa saat ini diperlukan kesadaran masyarakat untuk mensukseskan PPKM darurat. Untuk pemerintah, anggota DPR RI itu mengingatkan akan pentingnya konsistensi dalam menerapkan aturan PPKM darurat.

"Sekarang kita sambut gembira kesadaran kolektif yang terus tumbuh di masyarakat untuk menyukseskan program PPKM darurat ini. Jangan kita kendur karena ini memang arena maraton. Konsistensi kebijakan dan disiplin eksekusi sangat dibutuhkan," terangnya.

Seperti diketahui, duo pimpinan Partai Demokrat, AHY dan Ibas, kompak mempertanyakan kemampuan Negara dalam mengatasi pandemi Corona. AHY khawatir akan kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia yang semakin ganas. Sementara Ibas tak ingin Indonesia jadi failed nation dalam menangani Corona. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan