PPKM Ketat di Luar Jawa-Bali, Masyarakat Dapat Bansos Tunai dan Beras 10 Kg

Pemerintah memutuskan mengetatkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang difokuskan pada daerah-daerah luar Pulau Jawa-Bali mulai 6-20 Juli 2021 di 43 Kabupaten.

Adapun dalam pengetatan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, 43 kabupaten ini akan mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) serta mendapatkan beras hingga 10 kilogram (kg).

"Terkaitan jaminan sosial. Bapak presiden akan diberikan bantuan beras kepada penerima keluarga harapan (PKH) dan yang mendapatkan bantuan tunai dan beras 10 kilogram," kata Airlangga Hartato dalam video virtual, Rabu (7/7/2021).

Kata dia, sebanyak 20 juta keluarga akan mendapatakan bantuan sosial serta telah menginstruksikan kepada Bulog dan Kementerian Sosial untuk mendapat masyarakat yang mendapatkan bansos tunai dan beras.

"20 juta keluarga dan akan disiapkan bantuan tambahan dan sedang proses di Kementerian Sosial dan Bulog ini dipersiapkan logistik dan waktunya untuk ppkm darurat dan pengetatan," katanya.

Saat ini, PPKM Mikro pengetatan di 43 kabupaten kota dilakukan kegiatan perkantoran/tempat kerja di level 4 melakukan Work From Home (WFH) dengan kapasitas 75% dan Work From Office (WFO) 25% . Sedangkan di zona lainnya, WFH 50 persen dan WFO 50% . Kegiatan belajar/mengajar di level 4 dilakukan secara daring dan level lainnya mengikuti peraturan Kemendikbudristek.

Kemudian kegiatan makan/minum di tempat umum di seluruh level asesmen, hanya diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen hingga pukul 17.00 waktu setempat dan layanan pesan antar hingga pukul 20.00. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan/mal yang hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 17.00 dengan kapasitas 25%.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan