PPKM Level 3 dan 4 Jawa-Bali Turunkan Kasus COVID-19 Mingguan 24 Persen

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 di Jawa-Bali mampu menurunkan kasus COVID-19 mingguan sebesar 24 persen. Hal ini sebagaimana evaluasi PPKM Darurat (3-20 Juli 2021) dan awal penerapan PPKM Level 1-4 (21-26 Juli 2021).

Jika dilihat di Pulau Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 3 dan 4, menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, terlihat penurunan kasus mingguannya sebesar 24 persen. Angka itu diperoleh setelah terjadi peningkatan selama 2 minggu saat masa PPKM Darurat.

"Namun, jika dilihat pada provinsi non Jawa-Bali, ternyata pada minggu ketiga implementasi PPKM Darurat menjadi PPKM Level 1-4, masih terjadi terjadi sedikit kenaikan kasus, yaitu 3,6 persen," papar Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 27 Juli 2021.

"Kenaikan ini tidak setinggi minggu sebelumnya, sebesar 53 persen."

Wiku menyebut kenaikan kasus COVID-19 mingguan di luar Jawa-Bali dikontribusikan 5 provinsi di Indonesia. Provinsinya, antara lain:

1. Kalimantan Timur 10.297 kasus

2. Sumatera Utara 7.528 kasus

3. Riau 5.999 kasus

4. Nusa Tenggara Timur (NTT) 5.904 kasus

5. Sulawesi Selatan 5.010 kasus

Perpanjangan PPKM Level 1-4 untuk Melihat Penurunan Kasus COVID-19

Melihat perkembangan kasus COVID-19 di Jawa-Bali, Wiku Adisasmito menerangkan, prinsipnya PPKM Level 1-4 merupakan kebijakan untuk mengendalikan penambahan kasus COVID-19.

"Semakin efektif pengendalian yang dilakukan, maka hasilnya semakin terlihat," terangnya.

"Meski kasus COVID-19 mengalami penurunan pada satu minggu terakhir, Pemerintah tidak bisa terburu-buru melakukan pembukaan PPKM Level 1-4, tetapi perlu kehati-hatian dan persiapan matang."

Adanya perpanjangan PPKM Level 1-4 hingga 2 Agustus 2021 bertujuan melihat, apakah penurunan kasus COVID-19 konsisten terjadi dan dapat dipertahankan serta memperbaiki kasus kematian yang masih meningkat.

Adapun jumlah kematian nasional hingga pelaksanaan PPKM Level 1-4 masih terus mengalami peningkatan. Sebelum PPKM Darurat, kematian tertinggi sebesar 539, kemudian meningkat saat PPKM Darurat menjadi 1.338 kasus.

"Dan meningkat lagi pada PPKM Level 1-4 menjadi 1.487 kasus. Perpanjangan PPKM Level 1-4 ini salah satunya dilakukan untuk meningkatkan upaya penurunan kasus kematian semaksimal mungkin," imbuh Wiku.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan