Uji Kelayakan 33 Calon Dubes RI Dimulai Hari Ini, Digelar Tertutup

Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Duta Besar (Dubes) RI untuk negara sahabat dan organisasi internasional mulai hari ini. Uji kelayakan 33 calon Dubes RI ini digelar 6 sesi selama 3 hari secara tertutup.

"Fit and proper yang terdiri dari 6 sesi selama 3 hari bersifat tertutup, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, di mana masing-masing fraksi mengirimkan satu orang perwakilannya dengan maksimal durasi per sesi 2 jam 15 menit," ujar anggota Komisi I Christina Aryani kepada wartawan, Senin (12/7/2021).

Uji kelayakan hari ini digelar 3 sesi yang diikuti oleh 17 calon dubes. Sesuai jadwal yang diterima dari Kesekjenan DPR, uji kelayakan dimulai pukul 10.00 WIB.

Salah seorang calon Dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan hari ini, yakni mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, yang dicalonkan menjadi Dubes RI untuk PBB dan sejumlah organisasi internasional lainnya.

Kembali ke Christina. Dia mengungkapkan telah menyaring berbagai aspirasi dan masukan dari para WNI di luar negeri terkait perbaikan kinerja Kedubes RI. Sejumlah komunitas yang menyuarakan aspirasi dan masukannya, di antaranya komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis dan Kanada.

Christina mengungkapkan telah menyaring berbagai aspirasi dan masukan dari para WNI di luar negeri terkait perbaikan kinerja Kedubes RI. Sejumlah komunitas yang menyuarakan aspirasi dan masukan, di antaranya komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis dan Kanada.

Penyaringan aspirasi dan masukan ini penting dilakukan agar Komisi I dapat mengetahui apa yang dibutuhkan para WNI dan memastikan komitmen dari para calon Dubes RI yang akan ditempatkan. Sebab, para calon duta juga harus memahami beragam aspek terkait negara/organisasi internasional tempat mereka ditugaskan.

"Selain persyaratan dasar, kedalaman wawasan serta keterampilan komunikasi, calon Dubes juga harus memahami beragam aspek menyangkut negara atau organisasi internasional di mana mereka akan ditempatkan," sebut Christina.

"Kami juga menaruh perhatian khusus pada upaya perlindungan WNI kita di luar negeri, utamanya menyangkut akses terhadap vaksin dalam kondisi pandemi COVID-19," imbuhnya.

Christina juga menjelaskan sejumlah tugas penting seorang Dubes RI. Salah satu tugas pentingnya, yakni dubes harus bisa memperjuangkan kepentingan nasional, sekaligus juga mendorong pengembangan kerja sama internasional.

"Beberapa tugas penting Dubes yang kami garis bawahi, di antaranya kesanggupan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mengembangkan kerja sama internasional, meningkatkan nilai ekspor dan kunjungan wisatawan serta menarik investasi dan peluang-peluang bisnis lainnya," papar anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu.

Seperti diketahui, ada 33 calon Dubes RI yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. Dari 33 nama tersebut, ada sejumlah nama beken, seperti Ketua Kadin Rosan Roeslani, Zuhairi Misrawi hingga juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman.

Berikut ini ke-33 nama calon dubes RI yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi):

1. Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina
2. Bebeb AK Djundjunan Untuk Republik Yunani
3. Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis
4. Pribadi Sutiono untuk Republik Slowakia
5. Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu
6. Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda
7. Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal
8. Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor-Leste
9. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan
10. Sunarko untuk Republik Sudan
11. Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa
12. Lena Maryana Mukti untuk Kuwait
13. Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia
14. Rudy Alfonso untuk Republik Portugal
15. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO)
16. Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain
17. Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau
18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan
19. Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan
20. Daniel TS Simanjuntak untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO)
21. Mohamad Oemar untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
22. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC)
23. Muhammad Prakosa Untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT)
24. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea
25. Zuhairi Misrawi untuk Republik Tunisia
26. Anita Lidya Luhulima untuk Republik Polandia
27. Rosan Perkasa Roeslani untuk Amerika Serikat
28. Fientje Suebu untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue
29. Damos Dumoli Agusman untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA)
30. Suwartini Wirta untuk Republik Kroasia
31. Derry MI Amman untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of Southeast Asian Nation (ASEAN)
32. Arrmanatha Nasir untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan organisasi-organisasi internasional lainnya
33. Febrian A Ruddyard Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan