Bupati Banjarnegara Sebut Luhut 'Menteri Penjahit', Ganjar Bilang Begini

Video Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang viral ketika salah menyebut nama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi 'penjahit' berakhir dengan permintaan maaf. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun menanggapi hal itu.

"Yang bersangkutan sudah meminta maaf. Semua akan baik kalau saling menghormati," kata Ganjar kepada wartawan lewat pesan singkat, Rabu (25/8/2021).

Namun demikian Ganjar memberikan saran kepada siapapun, termasuk Budhi Sarwono, agar menjaga ucapan agar tidak menimbulkan dampak atau persoalan.

"Akan lebih baik lg kalau menjaga perkataan/ucapan," demikian pesan singkat Ganjar selanjutnya.

Untuk diketahui, peristiwa salah sebut nama itu terjadi saat Budhi menyampaikan pernyataan terkait penanganan virus Corona atau COVID-19. Video berdurasi 1 menit 17 detik itu diunggah oleh mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya pada Senin (23/8) pukul 06.08 WIB.

"Alhamdullah Banjarnegara dulu BOR 99 persen, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri. Dan dilaksanakan pada waktu itu rapat sama menteri siapa itu penjahit, yang orang Batak itu, ya pak penjahit. Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM level 4, level 3 ternyata dengan adanya pembagian jaring pengaman sosial ini sangat efektif dan efisien," ujar Budhi dalam potongan video tersebut.

Budhi juga mengatakan, pada waktu diberlakukannya PPKM Darurat, kondisi BOR di Banjarnegara mencapai 99 persen. Namun saat ini, namun setelah adanya instruksi selama PPKM darurat, saat ini BOR turun.

"Pada waktu diterbitkannya PPKM Darurat, Banjarnegara itu 99 persen (keterisian tempat tidur pasien COVID-19). Zona merah hamper campur hitam. Namun setelah ada instruksi dari Menteri Dalam Negeri, sesuai saran Pak Presiden, dan semua dijabarkan oleh pak Menteri penjahit itu, Luhut penjahit saya laksanakan instruksinya," lanjut Budhi dalam video.

Kemudian Budhi menyatakan permintaan maaf. Dia meminta maaf kepada Luhut setelah menyebut dengan nama penjahit. Ia mengaku tidak hafal dengan nama panjang Menko Marinves tersebut.

"Mohon maaf kemarin saya menyebutkan Pak Pandjaitan, karena saya kurang hafal namanya panjang sekali. Ini sekarang saya baca, yang jelas bapak Menko Marinves, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Itu yang menginstruksikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota," kata dia.

"Kepada warga dari Tapanuli yang mempunyai marga Pandjaitan, pada waktu lalu saya sebutkan penjahit, karena saya tidak hafal marga dari warga Tapanuli. Tapi sekarang saya paham dan saya tulis. Kepada warga Tapanuli saya tidak punya niat yang jelek untuk menghina siapa saja. Ini karena keterbatasan saya, kemampuan saya dan kelemahan saya," imbuhnya.

Sementara itu juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, menerima permintaan maaf Budhi itu. Dia mengapresiasi Budhi yang meminta maaf secara terbuka.

"Ya kalau sudah minta maaf tidak apa-apa, dimaafkan. Sekarang banyak pelaku sebar fitnah sana-sini ketika diminta membuktikan tidak bisa tetap tidak mau minta maaf. Kita apresiasi aja yang masih mau minta maaf," ujar Jodi saat dihubungi, Selasa (24/8). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan