Cerita Bobby Tes Call Center: Bilang Positif COVID, Disuruh Sendirian ke RS

Wali Kota Medan Bobby Nasution sempat menelepon call center terkait penanganan COVID-19. Bobby bertanya soal penanganan pasien COVID-19 namun respons dari petugas tak memuaskan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memimpin Rapat Evaluasi Perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Medan di Ruang Rapat III, Senin (9/8) secara hybrid bersama Sekda, pimpinan OPD, camat dan lurah se-Kota Medan. Bobby awalnya berbicara soal Kota Medan harus bisa keluar dari PPKM Level 4 menjadi Level 2. Caranya dengan mengoptimalkan penanganan di sektor hulu terlebih dahulu baru kemudian ke sektor hilir.

Penyekatan Diperketat

Selanjutnya, Bobby menyampaikan soal penyekatan untuk mengurangi mobilitas akan dioptimalkan di 5 kecamatan penyumbang terbesar kasus COVID-19 di Kota Medan. Kelima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Medan Selayang, Medan Helvetia, Medan Johor, Kecamatan Medan Sunggal, dan Medan Tuntungan.

Penyekatan di 5 kecamatan ini nanti lebih diperluas lagi hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan. Sebab, di kecamatan-kecamatan ini selalu terdapat 4-5 rumah yang terpapar COVID-19.

"Hanya sebentar mengalami penurunan kemudian naik lagi tidak pernah keluar dari zona merah. Sehingga harus benar-benar dipastikan untuk memisahkan mana apel yang baik dan mana apel yang buruk. Artinya 5 kecamatan ini harus dipastikan pengurangan mobilitasnya," ucap Bobby dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/8/2021).

Bobby meminta agar penyekatan di lima kecamatan ini diperketat. Tracing dan testing diminta terus ditingkatkan.

"Penyekatan di 5 pintu masuk Kota Medan juga harus lebih diperketat dengan melakukan tracing dan testing. Setiap yang ingin masuk wajib di-swab antigen atau membawa surat telah melakukan rapid antigen jika memiliki kepentingan di dalam Kota Medan. Jika tidak terlalu penting dan tidak mau di-swab mereka akan disuruh putar balik. Kita harus tegas, jangan tanggung-tanggung. Masyarakat sudah banyak yang mengeluh, jangan sampai hasilnya tidak ada," ucapnya.

Tak hanya di darat, Pemko Medan juga akan melakukan pembatasan masuk ke Kota Medan melalui pelabuhan di Belawan. Bobby menyebutkan, ada 470 kapal yang masuk ke Kota Medan dan itu tidak cukup dicek suhu tubuh penumpangnya saja, tetapi juga harus dites antigen.

"Kalau ada yang reaktif jangan diperbolehkan turun biar dia di kapal dan menunggu langkah selanjutnya," lanjutnya.

Sedangkan untuk penanganan mobilitas di inti Kota Medan, Pemko Medan melakukan patroli operasi yustisi dibantu Satgas COVID-19 kecamatan Satpol PP serta TNI/Polri. Soal masih banyak kafe yang buka lebih dari jam 21.00 WIB, Bobby meminta para camat agar menindak tegas hal tersebut.

Pemko Medan telah memiliki 2 tempat isolasi terpusat yakni Gedung P4TK yang berada di Jalan Setiabudi No 75, Kelurahan Helvetia Timur, dan Eks Hotel Soechi. Kecamatan juga dapat membuat tempat isolasi di tingkat kecamatan dengan menyediakan satu gedung dengan bekerjasama antar sektoral. Kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman), Pemko Medan menanggung makanannya selama menjalani isoman sebanyak 3 x 1 hari.

Telepon Call Center

Bobby juga menegaskan, pihak kelurahan dan kecamatan wajib memberikan nomor penjaga posko ke warga yang isoman untuk keperluan cek kesehatan. Barulah dia bercerita soal menelepon call center tapi tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

"Saya pernah mencoba menelepon ke call center, saya bilang kalau saya positif dan mereka malah menyuruh saya datang ke rumah sakit sendiri lalu ke puskesmas. Dari situ aja mereka secara tidak langsung membiarkan Covid-19 menyebar. Saya juga pernah lihat chat dari aduan masyarakat antara masyarakat dengan petugas puskesmas, dan dari responsnya saja sudah tidak baik," jelas Bobby.

Kemudian, Bobby juga melihat pemaparan dari Plt Camat Medan Tuntungan Harry Indrawan Tarigan terkait pola penanganan isolasi lingkungan di Kecamatan Medan Tuntungan. Dalam paparannya, ia menjelaskan alur verifikasi data warga yang terpapar COVID-19, proses pelaksanaan isolasi lingkungan, melaksanakan posko 24 jam, peta lingkungan, hingga penanganannya kepada warga yang sedang isoman.

"Saya apresiasi langkah yang diambil Kecamatan Medan Tuntungan ini, saya juga apresiasi kejujurannya yang takut jika wilayahnya masuk ke zona merah. Kecamatan Medan Tuntungan juga dapat mengajak kader PKK dan kelompok masyarakat dalam membantu warga yang terpapar," ungkap Bobby.

Terkait vaksinasi, Pemko Medan akan lebih fokus ke tingkat kelurahan dan lingkungan. Oleh karenanya, Bobby meminta kepada semua kepling untuk mendata warga yang sudah dan yang belum di vaksin.

"Kepada kepling agar menyiapkan datanya sehingga saat vaksinasi diserahkan ke tingkat kelurahan sudah tidak kewalahan lagi," ujar Bobby. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan