Dapat Bantuan Lagi, Gubernur Sumbar: Jokowi Luar Biasa

Bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penanganan COVID-19 di Sumatera Barat datang lagi. Bantuan berupa konsentrator oksigen itu merupakan realisasi percakapan telepon yang dilakukan Jokowi dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi dua hari lalu.

Saat menerima kedatangan bantuan tersebut di Istana Gubernur, Mahyeldi menyebut Jokowi luar biasa. Dia mengapresiasi bantuan yang direalisasikan dalam waktu yang pendek.

"Kami terima kasih kepada Bapak Presiden. Alhamdulillah dalam waktu yang pendek, ditelepon sore, besoknya (bantuan) datang. Dan hari ini datang lagi. Luar biasa, sekali lagi kami sampaikan terima kasih," kata Mahyeldi kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Bantuan yang dikirim Jokowi tersebut adalah konsentrator oksigen berjumlah 113 buah.

Tak seperti oksigen medis yang disuplai dari unit industri melalui tabung, konsentrator oksigen merupakan perangkat yang dapat dioperasikan di rumah.

Konsentrator oksigen dapat digunakan dengan menyambungkan ke aliran listrik atau baterai. Alat ini menyaring nitrogen dari udara di ruangan dan mengubahnya menjadi oksigen sehingga bisa diberikan ke pasien COVID-19.

Hadirnya konsentrator oksigen diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pengadaan tabung oksigen dalam jumlah banyak.

Bantuan konsentrator oksigen itu merupakan bantuan kedua yang dikirim Jokowi. Sebelumnya, Jumat (6/8) sore, bantuan untuk membantu penanganan COVID-19 berupa obat-obatan juga sudah sampai di Padang.

Selain bantuan dari Presiden Jokowi, di kesempatan yang sama, Gubernur juga menerima bantuan 50 unit ventilator oksigen dari Kemenkes RI serta 12 ton oksigen dari PT Indah Kiat Riau yang dikirim melalui Asiana Gasindo.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Menteri Kesehatan beserta jajaran, BNPB dan PT Indah Kiat yang sudah memberikan bantuan untuk penanganan COVID-19 di Sumatera Barat. Semoga pengendalian COVID-19 di Sumbar akan semakin baik," harap Mahyeldi.

Distribusi bantuan akan diatur oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar untuk pihak yang membutuhkan. Sumbar masih menunggu kiriman ketiga dari Presiden, berupa tambahan vaksin. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan