Datangi Sekolah Nekat Gelar PTM, Gibran Perintahkan Guru dan Siswa Jalani Tes Antigen

Sejumlah sekolah di Solo tetap nekat menggelar menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) walau masih dilarang. Salah satunya langsung didatangi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Selasa (24/8) siang.

Sekolah yang didatangi Gibran yakni SMP Al-Irsyad Al Islamiyah, Jalan Kapten Mulyadi, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon. Putra sulung Presiden Joko Widodo tiba di sekolah itu sekitar pukul 10.15 WIB. Dia langsung meminta kegiatan PTM dihentikan.

Kedatangan orang nomor satu di Pemkot Solo itu membuat pihak sekolah panik dan mencoba membubarkan diri. Namun aparat Polsek Pasarkliwon langsung menutup pintu gerbang sekolah.

Gibran juga memerintahkan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melakukan tes antigen terhadap para guru dan siswa. Dia ingin memastikan kesehatan mereka.

"Semua siswa dan guru harus swab sebelum pulang. Lha isih ono sing ngeyel," ujar Gibran.

Tak lama kemudian, Gibran langsung meninggalkan sekolah.

Kapolsek Pasarkliwon AKP Achmad Riedwan Provost membenarkan adanya kegiatan PTM di sekolah itu. Total ada 79 siswa yang dilakukan tes swab antigen. "Hasilnya negatif semua," terang Riedwan.

Gibran tak memungkiri masih ada sekolah yang nekat menggelar PTM secara sembunyi-sembunyi. Ia menyayangkan kegiatan itu dilakukan di tengah pandemi yang masih berlangsung.

"SMK Batik 2 itu hanya salah satu saja. Saya masih menemukan sekolah-sekolah lain yang masih ngeyel," ujar Gibran.

"Saya berharap kemarin SMK Batik 2 itu menjadi percontohan dan shock terapi untuk sekolah-sekolah lain. Tapi masih pada ngeyel-ngeyel," tegasnya.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan