Gibran Beri Konsentrator Oksigen untuk 6 Kabupaten

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming akan memberi bantuan konsentrator oksigen untuk enam kabupaten di wilayah Eksaresidenan Surakarta. Bantuan tersebut diberikan sebagai kado HUT RI ke-76 .

Gibran mengatakan konsentrator oksigen akan disalurkan pada pekan ketiga Agustus, menunggu puncak peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang.

"Minggu depan rencana saya mau ngasih konsentrator (oksigen) ke bupati-bupati sekitar biar punya konsentrator (oksigen) semua," katanya, Sabtu (14/8).

Ia enggan menyebut jumlah oksigen konsentrator yang akan disalurkan. Alasannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo masih menyiapkan alokasi bantuan tersebut untuk masing-masing daerah.

"Habis 17-an aja. Biar disiapkan Bu Ning (Kepala Dinkes Solo Siti Wahyuningsih) dulu," katanya.

Putra Presiden Joko Widodo itu menegaskan pentingnya gotong royong lintas daerah dalam menangani covid-19. Mengingat penyebaran covid-19 meningkat dengan kasus baru varian delta.

Dalam hal ini Kota Solo sangat tergantung kepada enam kabupaten yang ada di sekitarnya. Menurut data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, total penduduk berkisar 570 ribu jiwa.

Namun pada siang hari, jumlah orang yang beraktivitas di Solo bisa mencapai 1,5 juta jiwa. "Solo nggak bisa berdiri sendiri. Kalau kabupaten sekitar sehat, Solo jua sehat," jelasnya.

Bantuan oksigen tabung dan konsentrator oksigen membanjiri Solo sejak pertengahan Juli lalu. Saat itu, Solo menghadapi krisis pasokan oksigen yang dipicu oleh lonjakan pasien covid-19 dari dalam dan luar daerah.

Pada 24 Juli lalu, Pemkot Solo mendapatkan bantuan 150 konsentrator oksigen dari Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Belum lama ini, Solo kembali mendapat bantuan 1.000 konsentrator oksigen dari Singapura. Bantuan dari mancanegara inilah yang akan disalurkan ke enam daerah sekitar.

"Sumbangan dari teman-teman, salah satunya dari Shopee," terang Gibran.

Gibran mengklaim saat ini covid-19 di Kota Solo sudah terkendali. Menurut data dari Dinas Kesehatan, kasus harian Kota Solo berkisar di angka 100-150 selama sepekan terakhir. Jauh menurun dibanding saat puncak yang sempat mencapai 544 pada 15 Juli.

Ia mengakui saat ini krisis pasokan oksigen di Solo sudah terlewati. Di samping itu Bed Occupation Rate (BOR) rumah sakit juga sudah menurun cukup signifikan.

"Di Solo ini sudah turun banget. Kita mulai aman dan terkendali kok," tandasnya.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan