Jokowi Anugerahkan Bintang Jasa Utama untuk Komisaris Transmedia Ishadi

Komisaris Transmedia Ishadi SK dianugerahi Tanda Kehormatan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ishadi SK dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama.

Bintang Jasa Utama merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berjasa besar terhadap negara dan bangsa dalam suatu bidang, peristiwa, atau hal tertentu.

Acara penganugerahan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB, Kamis (12/8/2021). Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut hadir dalam penganugerahan Tanda Kehormatan itu.

Penganugerahan ini didasarkan pada Keppres No 76, 77, 78/TK/Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra, Bintang Budaya Parama Dharma dan Bintang Jasa.

Profil Ishadi SK

Ishadi SK merupakan seorang wartawan senior dan pakar televisi di Indonesia. Pria yang memiliki nama panjang Ishadi Soetopo Kartosapoetro itu lulus dan memperoleh gelar Master of Science dari Ohio Universtiy, Amerika Serikat. Sebelumnya, Ishadi lulus pada tahun 1967 dari Universitas Indonesia melalui jurusan Fakultas Pengetahuan Sosial dan Politik. Pada tahun 2002, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber, Ishadi memulai kariernya di TVRI sebagai reporter berita pada tahun 1967. Dia kemudian diangkat menjadi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita TVRI sejak 1969, setelah mengikuti Workshop on Educational TV di Manila, Filipina.

Jabatan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita TVRI dipangkunya hingga 1974. Ishadi juga pernah mengikuti pendidikan mengenai program Siaran Televisi dan Praktik Kerja di WDR-TV Köln, Jerman Barat.

Ishadi pernah menjadi anggota pengurus Persatuan Wartawan Radio dan TV (PEWARTA) periode 1973-1975, periode kepengurusan terakhir sebelum Pewarta dilebur ke dalam PWI yang diambil keputusan sebagai satu-satunya wadah profesi wartawan Indonesia.

Sejak 1978, Ishadi duduk dalam kepengurusan PWI Cabang Jakarta yang kemudian dilepasnya lantaran akan mengikuti pendidikan di Amerika Serikat pada tahun 1980. Ketika mengikuti pendidikan ini, ia juga dipilih menjadi Ketua Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yang dijabatnya hingga 1982.

Selain PWI, Ishadi juga menjadi anggota Institute of International Communication. Sejak 1982 ia mulai aktif kembali di Subdirektorat Pemberitaan TVRI. Setelah dijadikan Kepala stasiun TVRI Yogyakarta, dan berproduksi berbagai program inovatif, Ishadi kemudian menjabat Kepala TVRI Stasiun Pusat.

Dia juga pernah bergabung di Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Penerangan pada tahun 1992-1996. Kemudian, Ishadi juga pernah bekerja di PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia sebagai direktur operasional dari tahun 1996-2001.

Ishadi kemudian memulai karirnya di Trans TV pada tahun 2001. Kehadiran Ishadi sebagai Direktur Utama Trans TV membawa nama Trans TV terus membaik. Pada tahun 2008, Ishadi diangkat sebagai Komisaris Trans TV dan juga Komisaris Trans7. Ishadi kini menjabat sebagai Komisaris Transmedia.

Selain Ishadi, ada nama-nama lain yang juga dianugerahi Tanda Kehormatan. Salah satunya merupakan almarhum Artidjo Alkostar. Artidjo Alkostar dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.

Berikut daftar penerima Tanda Kehormatan:

1. Almarhum Artidjo Alkostar, dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana
2. Almarhum I Gede Ardika, dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana
3. Antonius Sujata, dianugerahi Bintang Mahaputera Utama
4. Maradaman Harahap, dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya
5. Dipl. -Ing Jacobus Busono, dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya
6. Almarhum Kusumokesowo, dianugerahi Bintang Budaya Parama Dharma
7. Almarhum Rusdi Sufi, dianugerahi Bintang Jasa Utama
8. Goldammer, Johan Georg, Andreas, dianugerahi Bintang Jasa Utama
9. Ishadi SK, dianugerahi Bintang Jasa Utama
10. Eurico Guterres, dianugerahi Bintang Jasa Utama
11. Almarhum Adnan Ibrahim, dianugerahi Bintang Jasa Pratama
12. Almarhum Ngadiah, dianugerahi Bintang Jasa Pratama
(Almarhum Adnan Ibrahim dan Almarhum Ngadiah mewakili 256 tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan COVID-19)
13. Amarhum Soehendro mewakili 66 tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan COVID-19, dianugerahi Bintang Jasa Nararya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan