Jokowi Ungkap Alasan Purnapaskibraka Jadi Duta Pancasila

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan Purnapaskibraka dijadikan duta Pancasila. Jokowi ingin nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dengan konteks kekinian.

"Kenapa anak-anakku semuanya dijadikan duta Pancasila, kita ingin membumikan Pancasila dengan cara-cara baru, dengan pendekatan yang lebih kekinian sehingga nilai-nilai Pancasila ini bisa tertanam di generasi muda kita lewat saudara-saudara semuanya. Karena tanpa itu kita nggak bisa membayangkan negara sebesar ini, dengan perbedaan-perbedaan yang begitu sangat," kata Jokowi saat memberikan pengarahan di acara Purnapaskibraka Duta Pancasila seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (18/8/2021).

Jokowi kemudian memanggil satu per satu purnapaskibraka dari Papua dan Aceh. Jokowi mengatakan hal itu menandakan Indonesia sangat luas.

"Betapa sekali lagi, betapa negara ini negara yang sangat luas. Oleh sebab itu ini sebuah langkah terobosan karena anggota Paskibraka merupakan putra-putri terbaik, putra-putri pilihan dari seluruh penjuru Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, mendapatkan tugas yang tidak ringan yaitu memperkuat nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak muda dan yang paling penting menjaga agar Pancasila tetap kokoh sebagai pemersatu bangsa," ujar Jokowi.

Jokowi menaruh harapan besar kepada purnapaskibraka tersebut. Jokowi menyebut mereka memiliki talenta yang hebat dan luar biasa.

"Inilah saya kira kekuatan kita ke depan yang terus harus kita rawat dan saya harapkan saudara-saudara nanti menjadi motivator bagi anak-anak muda lainnya, berbagi pengalaman mendorong prestasi, membentuk kesadaran akan nilai-nilai dan tergerak untuk merajut simbol-simbol persatuan, menjadi pelopor perubahan dan kemajuan yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan negara," ujar Jokowi.

Jokowi Cerita Luasnya Indonesia

Jokowi mengatakan Indonesia merupakan negara besar. Indonesia mempunyai penduduk yang sangat banyak dengan beragam suku hingga adat.

"Penduduk kita nomor 4 dunia udah 270 juta, suku 714 suku yang berbeda-beda, bentangan dari Sabang sampai Merauke ini betul-betul sebuah bentangan yang sangat panjang," ujar Jokowi.

Jokowi mengaku pernah terbang dari Aceh ke Wamena. Dia membandingkan perjalanan tersebut dengan perjalanan di Eropa.

"Saya pernah terbang dari Banda Aceh langsung ke Wamena 9 jam 15 menit, itu naik pesawat. Kalau jalan kaki berapa tahun, kalau kita terbang dari London di Inggris saya pernah ngitung-ngitung, lewat 7 negara kita. 9 Jam 15 menit. Inilah negara kita beragam, berbeda-beda suku, berbeda-beda agama, berbeda-beda adat, berbeda-beda tradisi," tutur Jokowi. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan