Kapolri Lantik Kapolda Sumsel Baru Pengganti Irjen Eko Indra

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik lima perwira tinggi (pati) yang menempati jabatan baru. Salah satunya pelantikan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) baru Irjen Toni Hermanto menggantikan Irjen Eko Indra Heri.

Eko Indra kini menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri, sementara Toni sebelumnya menjabat Kapolda Sumbar. Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (31/8).

"Telah dilaksanakan kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan.

Selain Eko, perwira lain yang turut dilantik dalam jabatan baru ialah Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi yang menggantikan Irjen Abdul Rakhman Baso karena akan segera pensiun.

Kemudian untuk jabatan Kapolda Sumbar akan diisi oleh Irjen Teddy Minahasa Putra. Terakhir, ialah Kombes Iswyoto Agoeng Lesmana yang akan menjabat sebagai Kapuslitbang Lemdiklat Polri.

Argo mengatakan Kapolri menekankan kepada para Kapolda agar ikut membantu penanganan pandemi Covid-19 di masing-masing daerah agar penularan virus corona menurun.

"Ini menjadi tuntutan, menjadi tugas Kapolda yang baru. Untuk berikan rasa aman kepada masyarakat, baik itu Kamtibmas maupun penanggulangan Covid," ujarnya.

Irjen Eko Indra menjadi sorotan publik usai menerima sumbangan secara simbolis dari keluarga Akidi Tio sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Namun, sumbangan yang telah digembar-gemborkan tersebut tak kunjung diberikan oleh keluarga Akidi Tio. Sejumlah pihak pun menilai seharusnya Eko memastikan terlebih dahulu keberadaan uang yang akan disumbangkan sebelum menyampaikan kepada publik.

Eko kemudian meminta maaf karena telah terlibat dalam kegaduhan publik mengenai sumbangan Rp2 triliun yang ternyata fiktif. Ia mengakui kurang hati-hati.

Namun, Polri menyatakan pencopotan Indra dari jabatan Kapolda tak terkait dengan kisruh tersebut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan mutasi itu merupakan upaya penyegaran organisasi.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan