Kemensos Siapkan Konsep Model Penanganan Anak Yatim

Kementerian Sosial tengah mempersiapkan konsep dan penanganan anak-anak yatim imbas Covid-19. Saat ini kementerian itu mencatat terdapat 4 juta anak yatim, angka ini belum mencatat anak yatim karena Covid-19.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkap pembuatan konsep penanganan anak yatim ini melibatkan berbagai pihak. Mereka akan menentukan landasan hukum, anggaran, dan implementasi di lapangan.

"Soal anak yatim itu sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Di Kemensos penanganan anak itu berada di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial, " ujar Risma di tengah kunjungan kerja di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun, Pabuaran, Kota Serang, Banten pada Jumat (13/8).

Hingga saat ini, data sementara tercatat ada kurang lebih 4 juta anak yatim dan belum termasuk tambahan dari korban pandemi Covid-19. Data itu akan terus diperbarui dengan data dari pemerintah daerah (pemda). Ia akan meminta pendataan dari beberapa balai Kemensos, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya.

Sedangkan, untuk jenis program, model, serta anggaran belum bisa disampaikan saat ini karena harus dipelajari dan ada persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Intinya semua masih dalam proses, karena tidak bisa disamakan penanganannya, misalnya bagi anak yatim tapi masih bayi, anak berusia SD, SMP maupun SMA. Tentu mekanisme dan besaran bantuan akan disampaikan nanti setelah ada keputusan dari pemerintah, " tandas Mensos.

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, menyatakan dukungan terhadap program Kemensos semacam ini. Menurutnya masyarakat sangat terbantu dengan program secara langsung.

"Kami dari Komisi VIII DPR RI mendukung penuh program-program Kementerian Sosial yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti saat ini, tidak hanya kunjungan tetapi juga menyerahkan berbagai paket bantuan bagi masyarakat, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, karang taruna, serta anak-anak yatim, " ucap dia dalam sambutannya.

Dalam kunjungan tersebut Risma bersama Yandri, Walikota, dan Bupati Serang melakukan penanaman pohon mangga di areal lokasi Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun.

Kemensos juga menyerahkan berbagai bantuan. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyerahkan bantuan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia) dan tuna sosial. Bantuan ini diberikan untuk 44 penerima manfaat alat aksesibilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat pintar, tongkat kaki tiga, walker, serta Al-Quran Braille senilai Rp 120 juta.

Bantuan Kewirausahaan kepada 449 penerima manfaat, yakni program ternak ayam, keripik pisang, menjahit, budidaya domba, servis HP, dan makanan siap saji, senilai Rp 1,2 miliar.

Bantuan kebutuhan dasar bagi 167 penerima manfaat, berupa makanan, pakaian dan vitamin senilai Rp 258 juta. Total bantuan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial senilai Rp 1,5 miliar

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos) menyerahkan paket bantuan vitamin dan masker untuk tiga karang taruna di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon masing-masing 1.270 paket.

Bantuan dana hibah untuk Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun Rp 187 juta dan Yayasan Semai Benih Ilmu Rp 123 juta.

Sedangkan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) menyerahkan paket bantuan keserasian sosial untuk dua kecamatan, yaitu Ciomas dan Baros, masing-masing Rp 150 juta; Kearifan lokal untuk Padepokan Seni Pencak Silat Bendung Keser dan Majelis Taklim Riyadul Barokah masing-masing Rp 50 juta.

Sementara itu Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) menyerahkan bantuan bagi 40 penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), masing-masing Rp 15 juta.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan