Menkes soal Vaksin Booster Berbayar: Harga Rp100 Ribu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka-bukaan soal rencana pemerintah melaksanakan program vaksin booster dengan skema berbayar pada tahun depan. Ia mengatakan vaksinasi sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Jokowi.

Berkaitan dengan pembiayaan, ia mengatakan vaksinasi booster akan diongkosi dari dua sumber. Pertama, bagi peserta BPJS Kesehatan yang golongan penerima bantuan iuran (PBI), mereka akan dibayari negara.

Kedua, untuk golongan masyarakat non PBI, biaya akan ditanggung oleh masyarakat sendiri.

"Diskusi dengan presiden sudah diputuskan oleh beliau kalau kemungkinan yang akan dibayari negara adalah yang penerima bantuan iuran, sedangkan yang lain akan dimasukkan dengan skema umum," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (25/8).

Meski ada skema umum yang biayanya dibebankan ke masyarakat, Budi menjamin harga vaksin booster tidak akan mahal. Menurut perhitungan pemerintah, harga suntikan hanya akan berkisar antara US$7-US$8 sekali suntik.

"Artinya tidak sampai Rp100 ribu. Sekitar Rp100 ribuan dan bisa dilakukan yang bersangkutan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah akan melaksanakan program itu secara pelan pelan.

"Sehingga masyarakat bisa memilih," katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan