Moeldoko Akan Kirim Somasi Kedua ke ICW Terkait Ivermectin

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memutuskan akan mengirim somasi kedua ke Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dengan tudingan bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, mengatakan kliennya berbesar hati dengan tidak langsung membawa tudingan tersebut ke pihak berwajib. Laporan ke polisi disampaikan Otto sebagai upaya terakhir.

"Besok kami akan kirim lagi somasi kedua kepada saudara Egi [peneliti ICW, Egi Primayogha] dan kawannya," ujar Otto melalui jumpa pers secara daring, Kamis (5/8).

"Kalau ICW bisa memberikan bukti tentang keterlibatan pak Moeldoko, dengan ini saya menyatakan tegas pak Moeldoko siap bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum," lanjutnya.

Otto menyatakan surat somasi kedua akan pihaknya kirim ke ICW besok, Jumat (6/8). ICW, terang dia, nantinya mempunyai waktu 3x24 jam untuk memberikan jawaban dan bukti terkait tuduhan terhadap Moeldoko.

"Tetapi umpamanya ICW tidak bisa membuktikan tuduhan, Pak Moeldoko tidak membawa ke polisi. Tetapi, kita minta mereka mencabut tuduhan-tuduhan tersebut," ucap Otto.

"Tidak langsung juga kita laporkan. Kalau umpamanya dia sudah tidak bisa membuktikan, tetapi tak mau mencabut dan meminta maaf, tentunya klien kami akan mempertimbangkan langkah selanjutnya," sambung dia.

Otto menegaskan sampai saat ini pihaknya belum menerima jawaban dari ICW. Dalam hal ini ia membantah pernyataan Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur.

Sebelumnya, Moeldoko melalui Otto resmi melayangkan somasi atau teguran tertulis per Senin (2/8) sore. Surat somasi dilayangkan ke kantor ICW yang beralamat di Jalan Kalibata Timur IV/D No.6, Jakarta Selatan.

Dalam surat somasi itu, Moeldoko menilai ICW telah menyampaikan tuduhan yang tidak bertanggung jawab serta melakukan fitnah dan pencemaran nama baik melalui agenda daring 'Berburu Rente di Tengah Krisis: Siapa di Balik Distribusi Ivermectin'.

Ia membantah semua tudingan ICW terkait keterlibatan dirinya dalam distribusi Ivermectin dan ekspor beras. Dalam suratnya, Moeldoko meminta ICW memberikan penjelasan lengkap mengenai dua topik tersebut.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan