Moeldoko soal Hapus Mural: Presiden Santai, di Bawah Reaktif

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo santai menanggapi kritik lewat mural. Namun, aparat keamanan di lapangan bertindak reaktif dengan menghapus mural berisi kritik.

Moeldoko menganggap tindakan aparat dalam menghapus mural adalah hal yang wajar. Menurutnya, aparat tidak terima bila Jokowi dikritik karena selama ini sudah menunjukkan kerja keras.

"Sebenarnya Pak Presiden sendiri secara pribadi beliau selaku presiden itu menghadapi kritik santai-santai saja, tetapi bahwasanya yang di bawah melakukan langkah-langkah reaktif, itu sesuatu yang wajar," kata Moeldoko dalam program Newscast CNN Indonesia Tv, Jumat (27/8).

Moeldoko mengibaratkan relasi aparat keamanan dan Jokowi bagai anak dan orang tua. Dia menyebut anak akan bereaksi jika orang tuanya dikritik orang lain.

Mantan Panglima TNI itu mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik kepada pemerintah atau Jokowi. Akan tetapi, ia berpesan agar kritik disampaikan sesuai aturan.

"Dalam ukuran-ukuran kritik itu harus kritik yang baik. Kalau saya katakan adalah mari kita lakukan demokrasi yang bermartabat," ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan tindakan aparat keamanan terhadap kritik lewat mural. Kejadian bermula saat mural bergambar mirip Jokowi dengan tulisan '404: Not Found' di Tangerang viral di media sosial.

Tak lama kemudian, aparat keamanan menghapus mural tersebut. Bahkan, kepolisian sampai mengusut pembuat mural tersebut.

Setelah mural tersebut viral, sejumlah mural di berbagai daerah juga ikut disorot publik. Semakin banyak seniman yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah lewat seni di dinding. Namun semakin banyak pula mural yang dihapus atau dicat ulang oleh aparat.

Bahkan para pembuat mural dicari-cari oleh aparat, termasuk di Tangerang, Solo, dan Bandung. Belakangan, Polrestabes Bandung juga mencari pembuat mural bergambar sosok mirip Jokowi yang terpampang di jembatang layang Pasupati.

"Kita nanti cari siapa yang membuatnya. Kita lakukan penyelidikan supaya yang melukis itu bisa ditanya apa maksudnya gambar-gambar seperti itu," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo kepada wartawan, Kamis (26/8).[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan