Pemerintah Keluarkan Angka Kematian dari Data Penanganan Covid-19

Pemerintah mengeluarkan angka kematian dari data penanganan Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hal itu dilakukan lantaran ada masalah pada penginputannya.

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut saat mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8).

Terkait hal itu, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data dengan cara membentuk tim khusus.

"Menyangkut ini pun kami sekarang terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data dengan itu juga memperbaiki Silacak. Kami membentuk tim khusus untuk menangani wilayah-wilayah yang memiliki lonjakan kasus kematian yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir, seperti yang kami lakukan di Yogyakarta," ungkapnya.

Setelah meninjau ke lapangan, salah satunya ke Yogyakarta, angka yang ditemukan pun perlu diperbaiki.

Luhut juga mengingatkan masyarakat agar lebih ketat menerapkan protokol kesehatan. Sebab terlihat adanya peningkatan penerapan prokes yang baik saat ini.

"Saya juga akan sampaikan perkembangan yang terus membaik dari pelaksanaan 3M, testing dan tracing serta capaian vaksinasi, dan saya terima kasih juga kepada TNI, Polri, Pemda, semua pihak mahasiswa, anak-anak muda kita, yang telah bahu membahu bekerja untuk menyukseskan ini. Kepatuhan mengenai menggunakan masker telah mencapai 82%, meningkat 5% dibandingkan bulan Februari- Maret," ungkapnya. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan