Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan, Ini Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan perwakilan pekerja Blok Rokan yang baru saja bergabung di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), setelah sebelumnya merupakan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PHR, telah mengambil alih ladang minyak Blok Rokan di Riau per 9 Agutus 2021, setelah selama 97 tahun pengelolaannya ada dilakukan CPI.

Pertemuan antara Jokowi dan 10 pekerja PHR yang berlangsung di Istana Merdeka pada Kamis (12/8/2021) itu, didampingi oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memberikan sejumlah arahan.

Jokowi menyambut baik proses alih kelola Blok Rokan dan mengapresiasi Pertamina yang kini mengambil alih wilayah kerja tersebut. Ia pun menyemangati seluruh tim untuk bekerja keras agar dapat menjaga keberlanjutan Blok Rokan sebagai penopang produksi minyak nasional.

"Selamat atas kembalinya pengelolaan Blok Rokan ini ke pangkuan Ibu Pertiwi dan selamat bekerja untuk seluruh tim dari Pertamina. Saya percaya bahwa Pertamina mampu mengelola Blok Rokan ini,” ujar Jokowi seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).

Sementara itu, Principal Expert Upstream Budiyanto Renyut, salah seorang pekerja PHR yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, Jokowi memberikan arahan agar para pekerja bisa menjaga dan meningkatkan jumlah produksi di Blok Rokan. Ia pun memastikan arahan itu sudah menjadi komitmen para pekerja PHR.

"Kami mendapatkan arahan dan harapan dari Pak Presiden bahwa kami semuanya menjaga dan memastikan produksi bisa ditingkatkan ke depannya untuk Blok Rokan. Saya dan teman-teman sangat yakin dan bertekad juga bersama-sama menjaga dan meningkatkan produksi," jelasnya.

Pada pertemuan itu, lanjut Budiyanto, pihaknya menyampaikan kepada Jokowi mengenai proses transisi yang berlangsung lancar antara CPI dan PHR. Ia bilang, kelancaran itu dibuktikan dengan program pengeboran sumur yang kini bisa dilakukan dan ditingkatkan, setelah 2 tahun sebelumnya tidak dilaksanakan.

"Dengan kerja sama yang sangat bagus sekali dalam transisi ini bisa berhasil dilaksanakan dan menaikkan tingkat produksi minyak kita di Blok Rokan," kata dia.

Budiyanto juga mengapresiasi langkah Pertamina yang menerima hampir seluruh pekerja eks CPI tersebut bergabung di PHR. Untuk diketahui, jumlah pekerja CPI yang bergabung ke PHR sebanyak 2.689 orang atau sekitar 98 persen dari total pekerja CPI.

"Status pegawai diterima semua oleh Pertamina sebagai pegawai penuh. Terima kasih untuk itu," kata Budiyanto.

Sr Manager Well Development Lysa Aryanti, salah seorang pekerja PHR lainnya yang ikut dalam pertemuan itu menambahkan, proses peralihan dari CPI ke PHR yang dibantu oleh SKK Migas tersebut berlangsung baik.

Terutama dalam jangka 1 tahun terakhir, di mana kedua belah pihak intens melakukan pembahasan dan transfer data. Diantaranya membahas progres dari 9 program yang perlu dimonitor sejak 1 tahun yang lalu.

"Ini bisa terlihat ketika hari pertama di lapangan kita bisa melihat di tanggal 9 Agustus 2021 jam 00.00 itu rig drilling kita tetap bekerja. Jadi itu benar-benar proses yang seamless sekali, tidak ada harus berhenti dulu kemudian mulai kembali, semua bekerja seperti sebelumnya, tidak ada yang berbeda," katanya. [kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan