Respons Kemlu soal Wapres AS Kamala Harris Tak Mampir ke RI

Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Kamala Harris tak mampir ke Indonesia dalam lawatannya ke Asia Tenggara. Sejumlah pihak menyoroti tidak mampirnya Kamala Haris. Begini kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

"Saya tidak bisa menduga-duga cerita di balik pengaturan kunjungan luar negeri seorang Presiden atau Wakil Presiden negara asing. Sebaiknya ditanyakan ke pihak kedutaan asing terkait," kata Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Faizasyah mengulas bahwa Menlu AS Antony Blinken telah mengundang Menlu RI Retno Marsudi ke Amerika Serikat (AS) pada awal Agustus 2021. Retno memenuhi undangan Menlu Blinken.

Ada dua topik yang dibahas antara Retno dengan Menlu Blinken. Salah satunya perihal peran strategis Indonesia.

"Dari sisi Indonesia, undangan Menlu AS Blinken ke Menlu RI Retno Marsudi ke Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral di tengah pandemi, menjelaskan dua hal. Pertama arti penting hubungan bilateral kedua negara dan kedua pandangan Amerika Serikat atas posisi serta peran strategis Indonesia di kawasan," ungkap Faizasyah.

Ada satu catatan dari Faizasyah perihal undangan Menlu Blinken. Menurutnya, Retno adalah menlu pertama dari negara Asia Tenggara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Blinken.

"Sebagai catatan tambahan, Menlu RI adalah menlu pertama dari negara-negara anggota ASEAN yang melakukan pertemuan bilateral secara proper di Washington DC," ucap Faizasyah.

Seperti diketahui, dalam lawatannya ke Asia Tenggara Menlu AS Kamala Harris hanya mengunjungi Singapura dan Vietnam. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Demokrat Rizki Natakusuma. Rizki menduga Wapres AS enggan berkunjung karena kondisi penanganan COVID-19 di Tanah Air.

"Yang menjadi kekhawatiran kami ini bisa terlihat sebagai cerminan dari pengendalian atau pelaksanaan pemulihan pandemi, bisa dilihat sebagai cerminan kesiapan negara kita dalam mengatasi pandemi COVID-19. Tentu ini menjadi citra buruk, apalagi beberapa waktu lalu baik Presiden Trump sebelum beliau turun jabatan ataupun Presiden Biden sudah mengeluarkan statemen terkait dengan Indonesia yang kurang apik untuk didengar," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (25/8/2021). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan