RI Bakal 'Hidup Bersama' dengan Covid-19, Ini Penjelasannya!

Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih belum berakhir di seluruh dunia, bahkan terus meningkat kenaikan kasus di beberapa negara.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan, saat ini negara lain serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyiapkan panduan bagaimana hidup bersama Covid-19.

Dia berujar, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa saat ini Indonesia mesti bersiap dengan situasi, Covid-19 akan hidup bersama masyarakat dalam waktu tak sebentar atau menjadi endemi.

Berdasarkan definisi dari PublicHealth, endemi ialah wabah penyakit yang terjadi secara konsisten tetapi terbatas pada wilayah tertentu, dengan demikian penyebaran dan laju penyakitnya dapat diprediksi.

"Tak hanya RI hadapi ini, negara lain dan organisasi seperti World Bank dan WHO menyiapkan panduan sisi kesehatan dan ekonomi. Pemerintah akan memantau kondisi demi mengambil kebijakan yang tepat, baik kesehatan pemulihan ekonomi," kata Wiku di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Menurut dia, upaya terbaik adalah bagaimana menjalani dinamika yang ada. Selain itu memaksimalkan upaya pengendalian untuk melakukan proteksi secara maksimal.

Merujuk data Worldometer sampai dengan 21 Agustus 2021, jumlah kasus virus Corona secara global sudah mencapai 212,09 juta kasus dan menyebabkan 4,43 juta kematian. Adapun, jumlah yang berhasil pulih sebanyak 189,73 juta jiwa.

Indonesia saat ini menempati urutan ke-13 di dunia dan keempat di Asia dengan total akumulasi kasus positif harian mencapai 3,96 juta kasus atau ada penambahan 16.744 kasus baru dan kasus aktif sebanyak 319.658.

Pandemi yang sudah berlangsung selama 17 bulan ini telah menyebabkan angka kematian sebanyak 125.342 jiwa, atau bertambah 1.361 orang.

Namun, kabar baiknya, penambahan jumlah orang yang berhasil sembuh melebihi kasus baru yakni sebanyak 23.011 orang. Dengan demikian, secara keseluruhan, masyarakat Indonesia yang berhasil sembuh dari Covid-19 sebanyak 23.011 orang.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan